A Barefoot Dream

The Plot
Kim Won-Kang (Park Hee Soon) mantan pelatih sepakbola yang berbisnis di Indonesia. Paska ditipu di Sumatera, ia menuju ke negara yang baru merdeka, Timor Timur. Instead of starting business, destiny has bring him as a football coach for East Timor children.

The Comment
Movietard mengalami dilema pada Jum’at kemarin sebelum menonton A Barefoot Dream (2010), dimana harus memilih menonton film ini atau Going the Distance terlebih dahulu. Tetapi, rasa penasaran dan kecintaan terhadap sepakbola (and the footballboys indeed) membuat movietard mendahulukan A Barefoot Dream, dan pilihan ini tak salah! A Barefoot Dream is definitely an inspiring story for many footie lover, apalagi cerita ini sendiri diilhami dari kisah nyata.

A Barefoot Dream mengajak anda melihat dunia yang selama ini tak seindah penggambaran televisi, koran ataupun situs-situs sepakbola yang cenderung mengajak anda melihat sisi glamour para pemain internasional. Tak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk melihat semangat juang para pemain sepakbola, cukup menoleh ke negara East Timor dimana mimpi anak-anak kecil untuk menjadi pemain sepakbola juga sangat besar mengingat sepakbola bisa menjadi tiket keluar dari kemiskinan yang ada.

Premis yang ditawarkan memang sangat umum, is just about from zero to hero, tetapi yang membuat film ini sangat menarik adalah pelatih yang membawa anak-anak menjadi hero isn’t a local! he’s a native Korean named Won-Kang. Won-Kang sendiri awalnya hanya ingin mengambil keuntungan untuk bisnis toko alat olahraganya tetapi ia (accidentally) terjebak menjadi pelatih. Rasa sayang pada anak-anak tersebut memotivasi Won-Kang untuk membawa mereka ke turnamen sepakbola internasional di Hiroshima, Jepang. The question, would they be able to make their dreams come true? Or just let it flow as a dream?

Selain berbicara mengenai sepakbola,  A Barefoot Dream juga menyoroti kehidupan sosial anak-anak timor dengan lebih dekat yang membuat anda akan terenyuh. Bagaimana mereka menjadi yatim piatu seperti karakter Tua, kurang gizi seperti Montavio, ataupun mengalami konflik saudara sepert Ramos. Realitasnya, kemerdekaan yang diberikan pada tahun 2004 lalu masih menyisakan banyak konflik internal yang belum terselesaikan. Dan A Barefoot Dream mampu memotret kondisi ini tanpa menggurui dan menunjukkan kepada anda bahwa football isn’t only about sport and winning, it also be the medium of forgiveness and self-healing.

What do I love about this movie? The characters itself! Hee-Soon memang tidak good looking seperti Jang Dong Gun ataupun Won Bin, tetapi kepolosannya dan how cute his interaction with children based on his broken english bercampur korean dan bahasa Indonesia membuat movietard tersenyum. Apalagi, children ensemble casts juga bermain sangat lepas, yang membuat interaksi Won-Kang dengan anak-anak semakin cute.

Nilai plus lainnya, director Kim Tae-kyun membalut film ini ala dokumenter, yang justru membuat kegersangan East Timor semakin terasa, Tae-Kyun pun gemar memaksimalkan shoot jarak dekat untuk menangkap ekpresi para anak-anak maupun Won-Kang sehingga akan membuat anda tambah tersentuh. Tae-Kyun juga tak lupa memasukkan sisi komedi melalu tokoh seperti perwakilan duta besar Korea yang menjadi teman Won-Kang yang membuat film ini semakin memiliki nilai plus.

Walaupun A Barefoot Dream diakhiri dengan ending yang cukup cliche dan sudah diketahui oleh semua audiences tetapi hey, kisah nyatanya memang seperti itu. Tentunya, perjuangan anak-anak melalui sepakbola di negara yang baru saja merdeka tetaplah sangatlah inspiring. I, personally, thought this movie is so much better than Garuda di Dadaku (2009) yang cenderung memotret dunia sepakbola anak-anak dari sudut pandang populer. Ya, A Barefoot Dream jelas akan membuat anda melihat realitas nyata dunia sepakbola, and believe me, reality hurts but still, you just don’t stop to dreaming and I just hope all the East Timor children will gonna be the new Zidane or Ronaldinho some years later.

Do You Know?
A Barefoot Dream menjadi pilihan Korean Film Council (KOFIC) sebagai perwakilan South Korea untuk nominasi Academy Awards Best Foreign Language Film tahun 2011 nanti
Film ini didasari atas kisah nyata Kim Shin-hwan yang menjadi pelatih sepakbola anak-anak tersebut. Most interesting part, para pemeran anak-anak di A Barefoot Dream adalah pemain asli dari didikan Kim Shin-hwan
Xanana Gusmao, perdana menteri East Timor ikut muncul dalam film ini

My Rate
I gave 4,5 star! 4 for the movie itself and 0,5 as a self-learning point for me to believe football isn’t only about Spain NT and Xabi Alonso

7 thoughts on “A Barefoot Dream

  1. lah, neng,,,dikau sudah nonton ini ternyata?
    hmm jangan2 gara2 film ini makanya lo berminat sama film2 korea yang di festival ya? heheh

  2. ya, definitely good film. gue nontonnya agak telat, udah hampir gak main di blitz.
    cuma kansnya untuk jadi film berbahasa asing terbaik di ajang oscara kayaknya sulit. ia tidak termasuk yang diunggulkan.
    tetapi tetap ini adalah film yang luar biasa, udah lama nih korea buat film jelek2 terus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s