Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole

The Plot
Soren (dubber : Jim Sturgess) adalah burung hantu muda jenis Tyto yang sangat percaya dengan myth burung hantu penjaga  Ga’Hoole. Actually, myth is real, and here ‘s Soren and co’s story became the part of guardians of Ga’ Hoole.

The Comment
Legend of the Guardians : The Owls of Ga’Hoole (2010) adalah besutan terbaru Zack Snyder, sutradara yang sebelumnya menyorot langsung perut six packs Gerard Butler dalam 300 dan mengajak kita mentertawakan superheroes dalam Watchmen. Dari plot di atas, jelas, Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole (2010) adalah proyek Snyder yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Let’s say, Synder tengah berlibur dari kekerasan dunia dan memilih menyepi hutan guna membuat cerita fabel ini.

Dan Legends of Guardians: The Owls of Ga’Hoole (2010) yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Kathryn Lasky adalah fabel yang manis walaupun the story itself doesn’t have any twist, adik-kakak yang berbeda tujuan, menjalani petualagan dan bertemu dengan teman-teman baru, berlatih dengan pahlawan yang dipuja hingga terjun langsung ke pertempuran melawan pure ones, itu semua adalah petualang Soren dalam film ini. Tetapi hey, yang membuat semuanya tampak istimewa because Soren is an owls! A cute one!

Kapan terakhir kali anda berdecak kagum dengan perkembangan computer generated image dalam dunia sinema? Movietard merasakan hal ini saat menonton Legend of Guardians: The Owls of Ga’Hoole (2010), bulu-bulu dan mimik kawanan burung hantu yang sangat riil membuat movietard bahkan ingin memeluk Soren dan adik perempuan Soren yang cute, Eglantine, kedetailan armor burung hantu hingga visualisasi landscape yang sangat indah hasil produksi animal logic membuat film ini  is definitely an epic  fabel.

Yang membuat film ini istimewa  dibanding animasi lainnya adalah karakter-karakter dalam Legend of Guardians: The Owls of Ga’Hoole (2010) yang menghibur. Mrs. P si ular, Eg si adik yang cute dan Twilight si poet fighter membuat movietard tertawa dan gemas. Apalagi, nama-nama dubber yang mengisi suara Soren’s co adalah bintang-bintang muda ternama seperti Jim Sturgess, Emile De Ravin hingga Ryan Kwanten .

Walaupun begitu, Snyder tetaplah Snyder, dan ia tampaknya tak akan meninggalkan ciri khas slow motion capture dalam setiap filmnya. Beberapa scene seperti ketika Soren tengah terbang di tengah twister memang sangat indah dibuat dalam slow motion sehingga buliran air tampak jelas, tetapi hey, hal ini jugalah yang membuat movietard agak tersenyum because it’s remind me with 300. Sayangnya, Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole’s 3D isn’t that good, mungkin, kefokusan pada detail animasi membuat last touch up 3D effect kurang digarap maksimal.

Lepas dari hal itu, Synder berhasil menyajikan visualisasi dari para legenda penjaga Ga’Hoole dengan sangat indah dan akan membuat anda seolah melihat dunia avatar ala Synder, kekonstanan joke yang disajikan Soren dan kawan-kawannya yang cute juga mampu menutupi lemahnya cerita. Apalagi, taste music Snyder juga tetap catchy dengan kehadiran To The Sky yang dibawakan oleh Owl City. At last, jika anda membutuhkan family movie dengan kualitas diatas rata-rata, Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole patut dijadikan pilihan.

We need to find the Guardians. They’re the only ones who can save us! [Soren]

Do You Know?
Ini adalah film pertama Zack Snyder yang tidak dilabeli rating R (restricted) melainkan dengan PG (parental guide)
Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole diadaptasi dari tiga serie pertama Guardian of Ga’Hoole, yaitu The Capture, The Journey, dan The Rescue

My Rate
I gave 4 stars. Eventhough I was embarrassed with the 3D, Soren cuteness was beyond everything

4 thoughts on “Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole

  1. Wah, sebenarnya saya agak kurang senang sama animasi yang tampak riil seperti iini. Beberapa kasus tertidur sewaktu menyaksikan Polar Express dan Beowulf pernah dialami. Hehehe, kalau seperti Toy Story (all pixar movies), Shrek atau Kungfu Panda sih beda. Tapi karena ini karya Snyder, kayaknya penasaran juga kalo enggak dicoba. Sebenarnya animasi CG itu sudah berasa 3D loh, iya kan? Tapi kok masih ditambah sama fitur 3d juga ya. Beda ya harga tiketnya kalo 3d atau bukan? Boleh ketawa, soalnya ditempat saya gak ada bioskop 3d.

    • if you’ve had seen Happy Feet, dimana bulu pinguin itu lembut2 banget, sama deh kayak bulu owls difilm ini, a cute one
      Coba ditonton aja ya, apalagi as you told, it’s Synder😀
      Aku gak tau kalau CGI sudah berasa 3D, imho, kyknya belon deh kan memang dibutuhkan convert-an atau kamera khusus (seperri untuk avatar) untuk jadi film 3d?
      3D sendiri di bioskop ada dua macem (dijakarta) kalau di 21 cineplex namanya dolby digital 3d harga tiketnya berkisar 35 – 50 rb weekdays,
      nah tapi kalo aku lebih suka nonton yang diblitz soalnya mereka pake sistem yg RealD, katanya sih RealD ini lebih bagus daripada dolby digital 3d, harga tiket blitz juga sama kok
      Mas Hakim domisili dimana? setauku semarang dan surabaya sudah ada 3D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s