Edward Norton

Who is He?
He’s American who not only does acting as his job, but also takes part at producing, directing and scriptwriting. Plus, he’s an environmental activist and still staying solo.

Why is He Becoming My Pick-Up?
Kemarin, salah seorang kolega movieblogger, Gilasinema, memposting artikel menarik tentang real male stars, anda bisa baca postingannya disini I do love his list, a really nice depth article! Sayangnya, tak ada nama Edward Harrison Norton, atau yang lebih dikenal dengan Edward Norton dalam list tersebut. So, I made this column as a tribute for Edward Norton, he’s my 1st favorite actor since I saw him first at American History X (1998).

My love for Norton definitely isn’t just a crushing-teenager moment like I did with Devon Sawa, Kevin Zegers and Josh Hartnett at that time. I watched American History when I sat at senior high school and it was like kind of wtf moment, and after that, he always makes me to have wtff moment with his next projects. Norton secara fisik mungkin tidak semenakjuban Brad Pitt, justru, he looks like the boy next door tetapi anda tetap dapat melihat kharisma yang terpancar, yang menunjukkan intelektualitas pria Leo kelahiran 18 Agustus 40 tahun yang lalu (clueless fact, me and him,we’re celebrating our birthday together)

Tetapi, dalam sorotan kamera, Norton menjadi sosok yang berbeda, Fight Club (1999), 25th Hour (2002) dan Red Dragon (2002) adalah bukti bahwa ia salah satu aktor watak terbaik. Norton membawa kekuatan dalam setiap karakter yang ia perankan,  ia membawa movietard memahami apa yang dirasakan para karakter tersebut secara emosional tetapi ia sendiri tidak pernah terperangkap dalam peran yang sejenis. Satu-satunya kekurangan Norton adalah, he’s not a money maker like Damon dan kawan-kawannya. Damon sendiri yang pernah bekerja sama dengan Norton di Rounders (1998) mengatakan ia kagum dengan etos kerja Norton yang tinggi.

Selain itu, pribadi Norton yang sangat perfeksionis dan keselektifannya dalam memilih peran membuatnya tidak begitu populer dikalangan para pelaku industri Hollywood sendiri. Norton pernah terlibat keributan dengan sutradara American History X ataupun pihak Marvel ketika ia dibatasi untuk ikut campur dalam The Incredible Hulk. Dan yang pasti, he hates his celebrity status yang membuatnya tidak populer dikalangan moviegoers. Norton is just like us, ia tidak pernah menggunakan waktunya untuk hadir dalam gala-gala mewah para pekerja film, ia pria sederhana yang justru suka menggunakan subway dan menghabiskan waktu sebulan untuk berlibur ke Bali dan Raja Ampat.

Kebenciannya terhadap status selebritinya ini kadangkala menjadi bumerang, diceritakan ia pernah menolak permintaan tanda tangan fan. Tetapi, lepas dari semua itu, I love him for his acting and there’s no connection between his great talent and how nice he is in real life. Norton tetaplah salah satu aktor watak terbaik yang pernah ada dan I’m proud for what he did, and here’s my five fave of Norton’s movies


The People vs. Larry Flint (1996)
Movietard belum pernah menonton Primal Fear (1996) yang dianggap sebagai pencapaian terbaik Norton di awal mula karirnya. Tetapi, The People vs. Larry Flint yang dirilis setelah Primal Fear justru menunjukkan kekuatan mental dan betapa berbakatnya Norton. Alih-alih terbebani dengan status nominee aktor pendukung Oscar sebelumnya, Norton bermain lepas sebagai pengacara Alan Isaacman, my fave scene is when Alan talked at court room about freedom of speech.

American History X (1998)
Berperan sebagai Derek Vinyard si Neo Nazi yang bertobat menjadi salah satu superb perfomance Norton. 10 menit diawal film tak akan pernah terlupakan karena menjadi salah satu adegan paling mengiris hati. Setelahnya, Norton memainkan transformasi karakter Derek dengan sangat memukau, apalagi interaksinya dengan si adik turut membawa anda melihat kelembutan Derek. Nominasi best actor di Oscar menjadi bukti bagaimana bagusnya akting Norton di film ini.

Fight Club (1999)

Menjadi pria white collar yang bosan dengan hidupnya memang tampak mudah. Apalagi, justru Brad Pitt yang mendapat pujian karena keberaniannya dalam memainkan peran yang berbeda. Tetapi, entah kenapa movietard justru sangat jatuh hati dengan karakter si narator pengecut serta narasi datarnya ketika ia menceritakan hidupnya yang basi. Norton bermain dengan sangat lepas dan well, ia tampil sangat sederhana dan tidak sok tampil semenawan Clooney yang melakukan hal yang sama, sepuluh tahun setelahnya, melalui Up in The Air (2009)

25th Hour (2002)
Ini film yang sebetulnya akan membuat anda mengantuk, tetapi perjalanan sehari Monty menjadi sangat memikat karena Norton memerankan Monty dengan sangat believeable, ia memang bersalah tetapi juga menyimpan kekhawatirannya sendiri seperti tidak ingin masuk penjara dengan tampang bersih. Monty membawa kita melihat hubungannya dengan sahabat-sahabatnya, dan  percakapan yang sederhana menjadi sangat dalam karena akting luar biasa Norton. Apalagi terdapat banyak metafora tentang kisah hari terakhir seorang bandar drugs ini.

The Illusionist (2006)
Movietard agak kesulitan memilih film yang terakhir, The Incredible Hulk (2008) jelas tak masuk hitungan karena in my opinion, Norton tak cocok bermain digenre ini, his charisma even better than Bruce Banner itself! Dan hal ini mengingatkan movietard akan peran Norton sebagai pesulap Eisenheim dalam The Illusionist. Ya, bermain sebagai pesulap tricky yang berseberangan dengan sang pangeran justru membuka lebar kemampuan Norton mengeksplorasi kharismanya untuk memanipulasi, membuat karakter Eisenheim begitu charming tetapi juga menakutkan dengan ketenangannya tersebut.

6 thoughts on “Edward Norton

  1. SETUJU! Edward Norton adalah salah satu aktor watak terbaik di dunia. Parah ni Holiwut sampenya dia ga dpt Oscar, hahaha tp peran2 dia emg selektif bgt yaaa, jarang muncul di film mainstream. Gue gak bnyk nntn filmnya. Primal Fear untungnya udah (bo, dy masi muda bgt dah disitu), tp gw suka dia di The Painted Veil. Kok ganteng ya? hahahaha. Sama American History X, itu opening scene hitam putihnya, mantap!

  2. Aku suka akting dia di Primal Fear dan Painted Veil. Fight Club kayaknya masih harus nonton lagi. Sudah punya American History X dan The Illusionist, tapi belum sempat ku tonton😛

    Seneng deh tulisanku bisa mancing situ mempromosikan Edward Norton.Bisa nambah info🙂

  3. nice post hehehe

    gw jg suka aktor yg satu ini.
    di painted veil, aktingnya norton jg bagus.
    keeping the faith jg film bagus, klo ga salah dya jd sutradaranya. dia main bareng ben stiller di sini.

  4. #Iin
    asiknya uda nonton Primal Fear, aku juga suka dia di The Painted Veil kok,sayang karakternya lebih mellow disini. Norton sebetulnya juga pernah beberapa kali jadi sidekick difilm2 besar sih, sayang filmnya tetep flop😛

    #Haris
    Agreed! saya juga milih Norton pastinya

    #Gilasinema
    Iyaaa ini gara” Om Gila ah, gak dimasukin Norton ke listnya Om jadi bikin aku gemes dan semangat nulis tentang dia. p.s American History X is a must, cepet tonton om

    #Kreshna
    Debut penyutradaraan Norton memang di Keeping the Faith, tapi saya kurang suka film ini, drama comedy ini kurang dapet eksekusinya (maklum film pertama) dan ceritanya cenderung standar wlopun endingnya cukup manis😀

  5. Edward Norton..wow..speachless..sejak nonton Primal Fear aku jadi ketagihan nonton film2nya dia. The Painted Veil, The Illutionist, Fight Club..American History X blom nonton. Salah satu aktor watak terbaik !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s