Prince of Persia: The Sands of Time

The Plot
Ini kisah petualangan pangeran angkat kerajaan Persia, Dastan (Jake Gyllenhaal) dengan belati yang diisi pasir pembalik waktu paska dituduh membunuh sang ayah.

The Comment
Prince of Persia: The Sands of Time (2010) adalah hasil adaptasi dari konstelasi game berjudul sama,well,  is it gonna be another bad rip-off  from game to movie? Tetapi, Ketika ada nama Jerry Bruckheimer sebagai produser film ini, anda mengerti akan seperti apa isi Prince of Persia. Bruckheimer memang ahli dalam urusan menghibur para moviegoers dengan formula simply made story line, great action scene and a great looking cast.

Cerita Prince of Persia: The Sands of Time sendiri sangat sederhana, petualangan Dastan untuk membersihkan namanya dan mencari pengkhianat dalam kerajaan Persia justru membawanya mengenal si cantik Putri Tamina (Gemma Arterton) dan tentunya, belati yang diisi dengan pasir khusus yang dapat mengembalikan ke masa lalu. Tamina sendiri bukanlah putri biasa, ia penjaga wadah pasir sehingga bumi tak akan luluh lantak ketika dihadang badai pasir dan pasir ajaib inilah yang diingini oleh pengkhianat dalam kerajaan.

Sinematografi Prince of Persia tersaji dengan indah, say thanks to pemandangan padang pasir yang membuat tone film seolah menggunakan warming filter. Selain itu, aksi heroisme Dastan yang enerjik, maskulin dan gemar berkelahi dengan tangan kosong di mana saja, interaksi Dastan dan Tamina yang dibuat dengan romcom-formulaic, kecantikan Arterton dan great-torso-Gyllenhaal, serta adanya beberapa dialog lucu mengenai birokrasi masa kerajaan menjadi nilai plus dalam Prince of Persia.

Honestly, I enjoyed this movie better than some other summer movies before. Jelas, Buckheimer tahu caranya menghasilkan film yang memanjakan mata audiens dan Mike Newell selaku director yang selama ini cenderung berkutat dengan drama movies, sukses membalut Prince of Persia menjadi tontonan yang menghibur. Yang harus anda lakukan hanyalah duduk manis dan enjoy the movie tanpa menggunakan logika, karena jika menggunakan akal sehat, anda tentu akan bertanya bagaimana mungkin sebuah negeri di timur tengah justru menggunakan english as a main language, not in arabic.

I’ve seen it’s power with my own eyes. Releasing the Sand turns back time. Only the holder of the Dagger is aware what’s happened [Prince Dastan]

Do You Know?
Sebelum Jake Gyllenhaal terpilih sebagai pangeran Dastan, Orlando Bloom dan Zac Efron dirumorkan memerankan karakter ini
Walt Disney mengharapkan Prince of Persia menjadi pundi-pundi penghasil uang terbaru dengan mengeluarkan merchandise seperti action figure, replika, kostum hingga novel grafis berjudul Prince of Persia: Before the Sandstorm

5 thoughts on “Prince of Persia: The Sands of Time

  1. Satisfying. Not good but not bad at all.

    Ohya, orang Persian bahasanya Persia ya, bukan Arabic, atau Inggris. Tapi kayaknya kalau film2 berseting abad klasik seperti ini, entah kenapa mayoritas ppl-nya beraksen Inggris. Cth: Troy, 300 atau Calligula, hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s