Kick Ass

The Plot
Dave Lizewski (Aaron Johnson) is just a ordinary loser teenager, sampai suatu waktu, ia memutuskan untuk menjadi superhero bernama Kick Ass.

The Comment
Kick Ass (2010) menjadi satu dari sekian banyak film yang diadaptasi dari comic superheros buatan Barat. Honestly, movietard bukanlah penikmat komik genre ini sehingga cukup kaget ketika menyaksikan film Kick Ass yang ternyata memiliki konten yang ofensif. Padahal, menurut beberapa moviegoers, Matthew Vaughn selaku director dan scriptwriter realitasnya telah memperhalus versi film ini dibandingkan komik Kick Ass sendiri yang jauh lebih banyak memuat violence content.

Well, lupakan dahulu tentang violence content tersebut. Dari segi storyline, Kick Ass seolah menyajikan realitas kehidupan manusia saat ini melalui tokoh Dave. Penggambaran Dave yang biasa-biasa saja, bahkan cenderung nerd membuat karakter Dave begitu membumi. Dan yang utama, Dave adalah diri kita yang hidup dalam pop culture dimana YouTube, MySpace, Craig Ferguson, serial televisi favorit hingga tentunya, tokoh superheroes seperti Spiderman, Batman dan Superman telah menjadi bagian hidup kita.

Movietard memberikan poin plus kepada kreator komik Kick Ass, sebuah karya seni postmodern yang mengajak anda mengolok-olok kecintaan manusia terhadap superheroes. Ketika Dave berusaha membuat dunia lebih baik dengan alter ego-nya tersebut, tak disangka, ia justru bertemu dengan real superheroes, Big Daddy (Nicolas Cage) dan Hit Girl (Chloe Grace Moretz). Apa yang membuat lahirnya Big Daddy dan Hit Girl? Balas dendam adalah kata kuncinya. Melalui comic-flashback yang sangat kreatif, Vaughn mengenalkan anda dengan Frank D’Amico (Mark Strong), si villain yang dahulu menjebak Big Daddy.

As a moviegoers, I was amazed with this movie. Kick Ass memenuhi ekspektasi anda akan film summer yang menghibur dengan kualitas yang juga terjaga. Vaughn mengemas Kick Ass dengan tak bertele-tele dimana sisi drama, humor dan aksi terbagi dengan pas dan diiringi dengan lagu-lagu yang fun. Apalagi, narasi Dave yang begitu polos membuat film ini semakin membumi. Walaupun disisi lain terdapat kekurangan berupa dialog yang sangat ‘masa kini’ tersebut justru akan membuat Kick Ass justru tidak everlasting. And then, I was amazed with Hit Girl or Mandy Macready character. Tak tanggung-tanggung, si gadis cilik ini bahkan sudah fasih memegang senjata dan mampu membunuh orang justru dengan sangat adorable.

Banyaknya violence content, MPAA memberikan rating restricted (R) untuk Kick Ass. Sayangnya, data Federal Trade Commission [FTC] justru menunjukkan bahwa 80% audiens yang menonton film dengan rating R justru remaja di bawah usia 17 tahun [Louis Alvin Day, Ethics in Media Communication]. Hal ini menunjukkan, walaupun distributor Kick Ass telah menunjukkan kewajiban moralnya dan MPAA telah memberikan rating R, tetapi efektivitas dari sistem rating ini pun masih dipertanyakan karena anak-anak tetap dapat menonton film ini melalui medium lain.

Lepas dari betapa menghiburnya Kick Ass sebagai film musim panas dan betapa cute-nya Moretz memainkan karakter Hit Girl, karakter si gadis cilik yang gemar memaki dan dengan mudahnya membunuh orang mau tidak mau melahirkan suatu pertanyaan dalam diri movietard. Ketika cerita dalam film Elephant (2003) realitasnya merefleksikan kisah nyata penggunaan senjata di Columbine High School, mungkinkah suatu saat karakter Hit Girl akan mengilhami seorang gadis kecil untuk membunuh? Well, I hope not

But not half as much as the idea of leaving everything behind. Katie, my dad, Todd and Marty… and all the things I’d never do. Like learn to drive or see what me and Katie’s kids would look like or find out what happened on “Lost” [Dave Lizewski]

Do You Know?
Komik yang menggambarkan kehidupan masa lalu Damon Macready/Big Daddy diilustrasikan oleh kreator Kick Ass versi komik, John Romita. Jr
Sekuel Kick Ass rencananya akan dikeluarkan pada tahun 2012 dan berjudul Kick Ass 2: Balls to the Wall

5 thoughts on “Kick Ass

  1. “Walaupun disisi lain terdapat kekurangan berupa dialog yang sangat ‘masa kini’ tersebut justru akan membuat Kick Ass justru tidak everlasting.”
    Maaf, kalau boleh tahu yg mana ya? Dan kenapa bisa membuat kurang everlasting? Thx B4.

    • Thank for visit, blog filmnya oke! saya link ya😀
      Maaf ya kalo review saya bikin anda bingung, somehow, saya kurang bisa bikin koneksi antar paragraf
      Tentang part dialog yang ‘masa kini’ itu merefer pada bagaimana Kick Ass memasukkan beberapa dialog terkait dengan pop culture (seperti penjelasan saya sebelumnya diparagraf yang membahas YouTube, myspace, serial tv lost)
      Penggunaan dialog yang berkaitan dengan pop culture yang tengah hip saat ini memang digunakan untuk membuat storyline Kick Ass memiliki proximity value dengan audiens, tetapi disatu sisi, kita tahu bahwa budaya pop berganti dengan cepat seiring dengan teknologi yang ada, dan disini saya melihat poin lemah Kick Ass yang terlalu ‘nowadays’
      Siapa berani menjamin YouTube ataupun MySpace akan tetap eksis?
      Apakah 10 tahun kedepan, ketika generasi baru menonton Kick Ass mereka akan tertawa seperti kita ketika mereka tak mengenal YouTube?
      semoga membantu
      cheers!

  2. Mbak,dari review2 ttg kekhawatiran soal moral dari film ini.Jujur,review mbak yg paling ngena.simple dan dg data itu, lsg kenalah sasaran dari opini mbak.nice..really nice🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s