When in Rome

The Plot
Kurator seni yang workaholic, Elisabeth ‘Beth’ Martin (Kirsten Bell) mengambil 5 koin di Fountain of Love, Rome. Akibatnya, 5 pria pemilik koin tersebut mulai mengejarnya, hingga ke New York.

The Comment
When in Rome (2010) kembali mengulang rumusan klasik romantic comedy, dimana tokoh utamanya adalah orang yang tak percaya dengan cinta melalui karakter Beth. Rumusan klasik film genre ini adalah penonton diajak melihat karakter utama mulai membuka hatinya, mendapat halangan hingga akhirnya, happily ever after. Tak masalah dengan pengulangan ini, toh banyak rom-com yang menjadi klasik seperti You’ve Got Mail (1998). Sayangnya, When in Rome tidak masuk daftar ini.

Ditangan director Mark Steven Johnson, When in Rome tidak menyajikan jalinan cerita yang fresh. Honesly, 10 menit pertama pembukaan film ini sesungguhnya cukup hillarious, terutama ketika movietard melihat interaksi pertama Beth dengan Nick (Josh Duhamel) dan mendengar speech Beth di pesta pernikahan adiknya. Sayangnya, cerita kemudian menjadi terlalu sederhana walaupun diakhir, terdapat twist yang cukup lucu. Padahal, Kirsten Bell, Josh Duhamel, Lee Pace, Jon Heder dan Danny De Vito bukanlah nama-nama dengan resume film yang jelek.

Performa para aktornya yang tak maksimal realitasnya membuat movietard menyalahkan plot cerita When in Rome yang begitu generik. Entah kenapa, scriptwriter film ini tampaknya tak mau repot menyajikan cerita cinta yang indah dan berbobot. Penonton tak disuguhi transformasi karakter Beth yang mulai membuka hatinya tetapi film ini justru lebih menitikberatkan pada kedatangan 4 pria lain yang mencintai Beth, dari mulai si juragan sosis, model narsis, pesulap jalanan hingga pelukis jalanan, yang kesemuanya dibalut dengan joke-joke yang surprisingly, tidak begitu lucu.

Tetapi, jika anda penggemar seri televisi, kehadiran Kirsten Bell dan Josh Duhamel dalam film ini mampu mengobati perasaan rindu anda. Konsensus umum bahwa sosok Bell dan Duhamel memang menarik secara physical. Dan tentang Kirsten Bell, movietard sangat menyukai aktris cantik dengan suara menawan ini, tetapi, berperan menjadi Beth bukanlah salah satu performa terbaik Bell. Duhamel pun juga sama, berperan sebagai Nick  si ceroboh yang selalu ditimpa kesialan membuat Duhamel seolah dihadirkan hanya untuk bahan tertawaan di film ini.

Do You Know?
Dalam When in Rome, pebasket terkenal Shaquille O’Neal muncul sebagai cameo
Dengan budget sekitar 20 juta dollar, When in Rome menghasilkan gross domestik sebesar$32,076,747 sampai pertengahan maret lalu

4 thoughts on “When in Rome

  1. saya penggemar kristen bell, terutama sejak di “heroes” hehe sayang ya film2nya gak ada yang nonjolin aktingnya😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s