Alice in Wonderland

The Plot
Ini kisah Alice Kingsley (Mia Wasikowska) yang kembali  berpetualangan ke negeri Wonderland.

The Comment
Berbeda dengan beberapa fairy tale lain, Alice in Wonderland (2010) mengangkat tema ‘lama’ dengan perspektif baru. Alice kecil yang dikenal audiences dalam dongeng Lewis Caroll nyatanya telah tumbuh dewasa, menjadi remaja berusia 19 tahun. Dan Alice kembali menjalani adventure dengan The Chesire Cat (Stephen Fry), Caterpillar (Alan Rickman), The Mad hatter (Johnny Depp) dan lain-lain. Adventure ini berujung pada takdir Alice untuk melawan Red Queen (Helena Bonham Carter) dan naga Jabberwock.

Tim Burton tidak diragukan adalah salah satu sutradara dengan great taste of art dan Alice in Wonderland menjadi buktinya. Visualisasi negeri wonderland yang sangat indah tetapi juga misterius dan magical creatures yang outstanding menunjukkan kekuatan Burton mengolah visualisasi seperti apa yang ia lakukan dalam Charlie and the Chocolate Factory (2005). Dan visualisasi yang menarik ini sebetulnya diharap mampu menutupi lemahnya cerita Alice in Wonderland. It’s just visually stunning!

Dari segi cast, Alice in Wonderland ditopang oleh para aktor aktris papan atas kecuali untuk pemeran utama Mia Wasikowska. So, harap dimaklumi jika penampilan Wasikowska sebagai Alice sangat kaku. Depp kembali memerankan karakter yang edgy dan witty kesukaannya, sayangnya, Burton merusak penampilan Depp dengan tap-dancenya yang tidak relevan. Lepas dari semua itu, yang justru menjadi scene stealer dan mengundang tawa adalah Helena Bonham Carter si red queen yang tampil sangat menggemaskan dan Hathaway sebagai white queen yang tampil ‘sok’ lemah gemulai.

Menonton Alice in Wonderland dalam format 3D tanpa subtitle membuat Movietard agak sulit menikmati joke yang disajikan. Honestly, perjalanan Alice ini akan lebih baik dinikmati dalam versi reguler jika anda tidak terbiasa dengan accent british yang begitu kental. Belum lagi, efek 3D yang digunakan tidak terasa semegah Avatar (2009). Movietard sangat setuju dengan kritik Cameron terhadap Burton, memindahkan fim 2D ke 3D tidak akan menghasilkan film 3D yang sesempurna seperti ketika menggunakan kamera khusus 3D, dan Alice in Wonderland membuktikan hal ini.

Do You Know?
Plot cerita Alice in Wonderland berdasarkan pada dua novel Lewis Caroll, Alice’s Adventures in Wonderland dan Through the Looking-Glass
Alice in Wonderland menjadi film ke-7 kerjasama Burton dengan Depp, yang yang ke-6 untuk Burton dan Bonham Carter

13 thoughts on “Alice in Wonderland

    • Depp banyak yang bilang mirip sama gayanya dulu waktu jadi Willy Wonka ya?
      gue sih fine-fine aja, the only problem is, tap dancenya itu! alih2 jadi lucu malah jadi wtf moment banget -_-

  1. motivasi gue ntn ini cuma pgn liat Johnny Depp. gue sebenernya kurang rela dia kalo kerjasama ama Tim Burton mukanya diacak2 mulu,, huhuhu DIA KAN GANTENNGGGG *sok ngambek*
    gue juga nntn 3Dnya, jelas kalah sih kalo sama Avatar 3D, tapi lumayan lah bisa ‘lebih dekat’ dengan visualisasi Tim Burton. Alice standard ya ceritanya, agak over-rated karena udah di-publish dari tahun kemaren kayaknya..😀

    • Sayangnya di film ini Depp kalah shiny sama Bonham Carter ya [bukan salah mereka juga sih, tapi Mad Hatter nggak bikin saya ketawa karena saya kadang nggak ngerti jokenya dia]
      Tapi sebetulnya nonton versi 2D gak beda jauh sih In, setuju banget sama kritik Cameron itu

  2. Iya, saya juga gk terlalu ngerti kenapa Mad Hatter jadi tokoh penting di film ini. Apakah karena diperankan oleh Johnny Depp dan disutradarai sama Tim Burton, jadilah Mad Hatter ‘wajib’ jadi pemeran yang cukup utama? Saya justru lebih prefer Chesire Cat atau White Queen yang justru dapat peran banyak. Tapi overall, filmnya menarik kok.

    • Setuju sama alasan karena Depp yang ikut main, aktor kesayangan Burton pula membuat magical creatures lain mendapat porsi yang jauh lebih sedikit, tetapi biar porsinya sedikit Alan Rickman bagus! I heart that blue caterpillar!

  3. Setuju, adegan Futterwacken dance-nya tu bener bener jadi wtf momen yang ngerusak karakternya
    Saya sih suka banget sama karakternya Red Queen yang sebenernya nyebelin tapi di sisi lain selalu sukses bikin ketawa😀

    • Helena Bonham memang scene stealer di film ini! banyak sekali comment senada. Dia memang yang paling top perform di Alice in Wonderland

  4. dari awal emang lebih pengen nonton versi biasanya, tp gara2 temen maksa nonton 3D, udah mahal kurang ngerti hehee. british banget emang, setuju Red Queen lebih lucu daripada Mad Hatter!

    • Besok jangan mau dipaksa-paksa lagi jeung, sayang duitnya plus pusing juga nonton 3D nonsubtitle apa lagi kalau denger yang ngomong tipekal Mad Hatter. Yea, Red Queen jadi savior difilm ini, sangat menghibur!

  5. So far ini adalah blog film berbahasa Indonesia yang saya suka, penyajiannya tidak terlalu teknis dengan bahsa yang sophisticated pun tidak terlalu dangkal. Imho, sebagai masukan, sebuah review film rasanya tidak lengkap tanpa disertai rating. Sebagaimanapun kontroversialnya penilaian anda, selalu menarik untuk membandingkan selera perating dan pembacanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s