Definitely, Maybe

The Plot
Maya Hayes (Abigail Breslin) meminta ayahnya, William Hayes (Ryan Reynolds), menceritakan awal mula pertemuan orang tuanya.

The Comment
Plotnya terdengar seperti romantic comedy kebanyakan? Tunggu dulu, Adam Brooks selaku sutradara dan scriptwriter membalut Definitely, Maybe (2008)  sedikit berbeda, dimana pertemuan Will dan calon istrinya diceritakan kepada Maya melalui model dongeng pengantar tidur bertema mystery love story. Tidak hanya Maya, audiences pun ikut diajak menebak siapakah diantara Rachel Weisz, Elizabeth Banks dan Isla Fisher, yang nantinya menjadi ibu Maya.

Dengan alur flashback dimana Will menarasikan kisah hidupnya, audiences diajak melihat potongan hidup Will ketika ia pindah ke New York, tepatnya dimulai pada tahun 1992. Dalam film ini, Brooks memasukkan beberapa political joke terkait dengan Bill Clinton, semangat Will sebagai bagian dari Y generation. Dan plot utama berupa hubungan Will dengan beberapa perempuan dalam rentang waktu tersebut, ada Banks si highschool sweetheart, Weisz yang pintar dan Fisher si free spirited girl.

In my opinion, Definitely, Maybe menjadi sebuah rom-com yang enjoy to watch. Menyenangkan karena Breslin bermain sangat adorable sebagai Maya dengan celutukan polosnya, menyenangkan melihat Reynolds bermain sebagai guy next door yang sedikit culun, menyenangkan melihat betapa elegannya Rachel Weisz dan cute-nya Fisher.  Dan yang paling menyenangkan, anda disuguhi twist yang cukup cerdas untuk ukuran rom-com.  Dalam dua tahun ini, Movietard sudah menonton Definitely, Maybe sebanyak tiga kali dan perasaan terhibur tetap selalu ada setelah menontonnya.

Dad, I can’t believe you smoked, and drank, and was such a slut. But I still love you [Maya Hayes]

Do You Know?
Adam Brooks menjadi cameo dalam Definitely, Maybe yaitu sebagai pemilik toko buku
Definitely, Maybe memiliki tema yang cukup mirip dengan komedi situasi How I Met Your Mother yang disiarkan CBS sejak akhir 2005
Judul film ini sama dengan judul salah satu album grup band Oasis sementara pada saat pengerjaannya, film ini diberi judul Modern Life is Rubbish, yang sama dengan judul salah satu album grup band Blur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s