New York, I Love You

The Plot
Ini adalah 11 kisah mengenai cinta di Big Apple, New York city.

The Comment
New York, I Love You (2009) lahir dari Emmanuel Benbihy, produser yang tiga tahun sebelumnya menelurkan omnibus serupa melalui Paris, Je t’aime (2006). Alasannya, ia ingin mencapture semua cerita cinta di kota-kota besar dunia, dan New York mendapat kehormatan pertama untuk meneruskan tongkat estafet Paris Je t’aime. Masalahnya adalah, apakah New York, I Love You memiliki spirit yang sama dengan pendahulunya?

New York, I Love You mengisahkan 11 segmen, mulai dari Hayden Christensen si pencopet PDKT dengan Rachel Bilson, Natalie Portman curhat kepada India guy pedangan berlian, Christina Ricci ‘menolong’ Orlando Bloom, Ethan Hawke membujuk Asian hooker, Drea De Matteo tidak bisa melupakan sexual experiencesnya dengan Bradley Cooper,  Shu Qi jadi obyek fantasi painter alcoholik, Taylor Geare menjadi nanny untuk anaknya, Chris Cooper digoda ketika sedang merokok, dan ada si kameramen Emilie Ohana, yang coincidentally mengalami pergesekan dengan semua tokoh dalam New York, I Love You.

Honestly, dari 11 kisah omnibus berdurasi kurang lebih 10 menit tersebut, saya hanya menyukai 3 segmen saja,  dimana Anton Yelchin butuh partner ke prom night dengan twist yang indah,  Julie Christie dilayani oleh Shia Labeouf di hotel secara literal, dan perjalanan granpa-granma Eli Wallach dan Cloris Leachman ke Brighton Beach yang membuat anda tertawa tetapi juga terharu di saat bersamaan.

Selebihnya, kisah lainnya tidaklah memorable. Well, mungkin saya terlalu subyektif karena menganggap banyak cerita yang cliché, tetapi seorang teman pun menyebut New York, I Love You as a kind of  students film-maker’s film. Bagian terkonyol adalah saat beberapa karakter itu dibuat minimal pernah saling bertemu. Terlebih, walaupun New York’s view tersaji dengan lengkap, mulai dari Chinatown, Manhattan hingga Brooklyn tetapi New York, I Love You justru kehilangan spirit cinta dan heterogenitas ala Paris.

Fakta lainnya, ketika Paris Je’t aime berhasil memboyong Coen bersaudara ataupun Gus Van Sant, New York, I Love You hanya berhasil memboyong Brett Ratnerr dan Mira Nair. Anda tahu bahwa Rattner dan Nair jauh lebih populis, akibatnya, cerita yang dihasilkan tidaklah se-‘quirky’ versi Paris. Saya berharap semoga omnibus cinta di kota lainnya akan lebih baik dari versi ini.

Do You Know?
Anthony Minghella seharusnya mendirect segmen Christie-Labeouf dalam New York, I Love You, sayangnya ia meninggal sehingga digantikan Shekhar Kapur
Scarlet Johansson menyutradai satu segmen dalam New York, I Love You yang hanya sempat diputar di 2008 Toronto International Film Festival dan mengalami pemotongan dalam versi wide release

14 thoughts on “New York, I Love You

  1. gue sukaaa banget sama bagian Ethan Hawke ngerayu Maggie Q. sampe2 gue Googling quote-nya tapi ga nemu, hwahahha pokonya kata2 Ethan Hawke itu juaraaaa deh. briliant!
    Hmm, gue malah merasa NY I Love You ini nice, lebih simpel *meskipun ceritanya ada bbrp yg gue ga gt ngerti* dr pd Paris Jetaime, but still, orang pasti akan membanding2kan. hehe

    • that’s your fave part ya in?
      Actually, gimana Ethan Hawke bermain dengan kata emang agak hot sih…. it’s remind me of him at Before Sunrise and Before Sunset
      yup, NYILY memang omnibus yang nice
      sayangnya film ini bawa embel2 dari Paris Je’taime, akibatnya beberapa orang kadang ekspektasinya terlalu besar kayak saya ini😛

  2. yes, that’s one of my favourite part.
    sebenernya film ini menarik karena artis2nya juga bisa jadi.

    temen gue startstruck liat Orlando Bloom yang kucel2 cakep gt, trs Shia Lebouf tumben aktingnya oke, Ethan Hawke juga (tetepp, ni orang jrg maen film juga tampaknya), sampe si Natalie Portman, filmnya yg dia sutradarai itu yg anak kecil sama Bapaknya (trs Bapaknya disangka Nanny), itu cute juga.. hehe

    • Sama, gue juga salut sama Shia Labeouf disini,
      well, ada temen yang bilang acting dia memang oke sebelum main di Transformer dan disini, gue percaya sama pendapat itu🙂
      Orlando Bloom memang cute tapi posisinya mirip Hayden Christensen deh, gorgeous! But.. they don’t improve their talents
      Segmen Portman disini nanti kyk jadi first gradenya dia sebelum bikin film yg durasinya panjang ya, can’t wait to see her projects!

  3. I think this movie is oddly romantic.Suka gw. Yang kurang gw suka cuma alcoholic painter sama Shu Qi,selebihnya gw jatuh cinta. I know..i know..secara teknis,cerita,endebra endebre film ini tidak sebagus Paris,but i just love the ambience.Ga tau kenapa.Emang subjektif banget sih.

    • helo sexy! *apaan sih gue*
      thanks for your visit
      Yea, film ini emang subyektif banget kok, sama kayak takaran gula yang pas disatu orang belum tentu pas di orang lain
      NYILY sebetulnya cukup manis dan as i wrote before, masalahnya adalah dia bawa2 embel2 dari Je’t aime yang membuat ekspektasi orang jadi tinggi

  4. saya baru nonton dvd nya ini..wowwwwwwwwwww sangat ngantuk diluar bayangan saya..masih mending paris j t’aime
    saya tidak menemukan esensi cinta yang mendalam di film ini..dan harus menebak2 maknanya sendiri..saya kira ini film bakal ringan banget,…

    • Nice opinion andy!
      dan pastinya ngebuktiin kalo film memang diterima subyektif sama audiences
      ngantuk banget yaaa?
      waduh, coba suatu saat kalo lagi senggang ditonton lagi,
      ceritanya sebetulnya lebih sederhana dibanding versi parisnya, intinya love is all around New York, ada cinta at first sight, cinta terhadap idol, cinta old married couple, cinta ayah kpd anak, cinta beda ras
      imho, sebetulnya film ini cukup ringan, bagian yang sedikit berat adalah part Julie Christie dan Shia Labeouf

  5. senang membaca reviewnya.. hehe.. baru pertama main ke blog ini.. salam kenal🙂
    saya baru nonton film ini kmrn… dan ada 2 segmen yang berkesan dan yg saya suka.. yang prom night dan cerita kakek-nenek itu.. dan sebenarnya, saya jg suka yang segmen Ethan Hawke itu.. hahaha..
    Hmm, sejujurnya, saya blom nonton Paris Je T’aime itu.. baru nonton setengah, tapi bakal saya tonton lagi🙂

    nice blog, salam pecinta film deh.. hehe =)

    • Thank for your visit minidoor, salam kenal juga😀
      Honestly, setelah saya menonton tipekal film romcom yang omnibus seperti Valentine’s Day,
      Saya jadi merasa New York I Love You sebetulnya jauhhhhh lebih bagus!
      Coba ditonton lagi Paris Je T’aimenya, versi original yang ini juga nggak kalah oke,
      memang pada akhirnya bergantung pada selera masing2, tapi dua film ini nggak mengecewakan sama sekali dibanding sama produk asli Hollywood yang malah sangat ancur itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s