Legion

The Plot
Ketika malaikat Michael (Paul Bettany) tidak setuju dengan perintah-Nya, ia memilih turun ke bumi. Bukan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, tapi hanya menyelamatkan satu manusia saja.

The Comment
Legion (2009) sesungguhnya bisa menjadi sebuah film yang sangat menarik dan intriguing, mengingat tema yang ditawarkan mengenai Tuhan, Michael si archangel, kepercayaan manusia terhadap si pencipta hingga apocalypse. Sayangnya, plot Legion lagi-lagi terjebak pada gaya penceritaan yang sangat Hollywood formulaic, melupakan alur  cerita dan logika karena lebih mementingkan aksi.

Legion dibuka dengan scene  Michael dijatuhkan ke bumi dan menjahit punggung dengan peralatan seadanya karena ia memilih menjadi manusia. Scene ini menjadi perkenalan director Scott Stewart bahwa Legion adalah film action thriller, bukan sebuah drama religi. Karenanya, pembahasan mengenai Tuhan yang sudah muak, manusia yang tamak, hingga Michael si rebellious son dipangkas, dibuat lebih ringan agar lebih mudah diconsume audiens. Alhasil, plot Legion justru hancur lebur karena semuanya dicampur aduk tanpa arah yang jelas.

Pemangkasan plot membuat film ini berkutat pada pertarungan Michael vs angels lain karena Michael memilih untuk melindungi  Charlie (Adrianne Palicki) yang tengah hamil. Alasannya, anak dalam kandungan Charlie dipercaya menjadi generasi baru umat manusia. Plot sederhana ini dihadirkan melalui seting yang tak kalah sederhana, di sebuah rumah makan bernama Paradise Falls, New Mexico. Legion penuh dengan tembakan, pertarungan yang menjurus konyol hingga puncaknya, ketika Michael bertarung dengan saudaranya sendiri, Gabriel (Kevin Durand).

Paul Bettany memang terlihat sangat manly ketika mengangkat senjata. Tetapi -entah karena ia berperan sebagai malaikat- Bettany tidak memperlihatkan emosi sama sekali. Dennis Quaid, Tyrese Gibson, Kate Walsh,  Adrianne Palicki hingga Lucas Black menjadi bakat yang tersia-sia di dalam film ini. Menonton Legion mengingatkan movietard pada drama televisi Supernatural. Bahkan kalau boleh jujur, penggambaran malaikat dalam Supernatural jauh lebih bagus dibandingkan visualisasi Legion. Satu-satunya yang menarik adalah karakterisasi angels yang merasuki manusia dibuat seperti iblis. Sebuah interpretasi baru mengingat selama ini angels identik dengan perfect man with all the blessing feeling.

Do You Know?
Setelah Legion, Scott Stewart dan Paul Bettany kembali bekerja sama untuk Priest, sebuah film vampire
Perusahaan  IDW Comics mengeluarkan empat seri komik mingguan yang berjudul Legion: Prophets sebagai prekuel Legion

7 thoughts on “Legion

  1. bWAHAHA.. bETUL2.. rUSAK bANGET nIYY fILM..

    tAPI kLO mENURUT gW rADA kURANG bUDGETaJA nIYY fILM..

    kLO aDA dANA lEBIH dIKIT, mUNGKIN bISA mEMBERIKAN eFECT yANG bAGUS.. wALAUPUN cERITANYA NOL BESAR..

    mALES bANGET gW lIAT sENJATA gADA yANG bISA mUTER kEK’ gITU.. uDAH gITU gABRIELNYA lOOK’S sO MAHO…

    bUSUK bANGET dEHH pOKOKNYA, tAPI yANG bIKIN gW hERAN wAKTU nONTON nIYY fILM, aNTRIANNYA lUMAYAN kAYA 2012..

    bWAHAHAHA.. gW rASA yANG lAENNYA sAMA kEK’ gW “TERTIPU”

    • tertipu ya yu?
      gue sih bukan merasa tertipu ya, tapi even budget diperbesarpun, special effect tetap tidak akan bisa membantu lemahnya plot Legion sendiri
      dengan tema besar yang udah oke, kok bisa2nya ya dieksekusi dengan sangat sederhana

  2. iya nggie, gw juga nonton.
    temen gw udah bilang gak bagus sih, tapi gw suka paul bettany (gara2 a knight’s tale sama wimbledon), ternyata emang bener2 mengecewakan.
    kenapa ya akang bettany mau aja main disini?

    • yup, gue juga super duper kecewa
      Bettany dan Walsh (yang jadi Addison Montgomery di Grey’s) bikin gue tertarik nonton, dan tentunya karna gue percaya they have talent!
      tapi ternyata…. even Bettany gak bisa nyelametin film ini

  3. sUMPAH yAYY.. sELAIN pLOT yANG gA tERARUR.. lOKASI sYUT yANG iTU aJA..

    pALING gA jELAS sCRIPTNYA… tIAP 15″ nGOMONG2 gA pENTING, tERUS tEMBAK2AN, nGOMMONG 15″ , tEMBAKA2AN lAGI..

    gOSH…

    • Ah elo yu, kalo lokasi shootingnya keren jadinya Avatar dong!
      itu yang ngebedainnya, plot yang sederhana plus lokasi yang juga sama sederhananya bikin film jadi too plain
      or kalo dalam case Legion, it’s sucks!😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s