5 Favorite Movies Of 2008

Sebetulnya sudah cukup telat jika movietard menulis daftar film favorit dua tahun yang lalu. Tetapi, anggap saja ini warming-up sebelum movietard membuat daftar film favorit tahun 2009 lalu.
Honestly, movietard memaklumi kalau film-film yang masuk menurut anda tidak cukup baik secara kualitas. Well, itulah alasan movietard memberikan label ‘favorite’, favorit toh bukan berarti harus yang terbaik secara kualitas bukan? And here’s my list😉

5. Australia
The Plot
Ini kisah lady Sarah Ashley (Nicole Kidman) dari Inggris yang bertahan hidup di Australia dan bertemu si penggembala tanpa nama (Hugh Jackman)

The Comment
Bukannya storyline Australia (2008) sangat cliché? Ya, storylinenya memang sangat hollywood formulaic. Tetapi, kenapa film ini masuk five favorite saya? In my opinion, Australia menjadi tribute director Baz Luhrmann untuk romance movie yang pernah berjaya dulu. Great actors, landscape yang indah, tone warna yang bagus, cerita yang mengharu biru, semuanya benar-benar dikerjakan dengan detil oleh Luhrmann. Membuktikan bahwa Luhrmann tidak hanya cerdas dalam menceritakan sedihnya kasih tak sampai, tetapi bisa juga tampil konvensional dalam menyajikan film roman.

4.  Slumdog Millionaire

The Plot
Ini adalah cerita pemuda pengantar teh bernama Jamal Malik (Dev Patel)  yang berjuang meraih cintanya lewat kuis Who Wants to be a Millionaire

The comment
Datang dari Danny Boyle, sutradara yang pernah menelanjangi dunia junkie dan menyindir manusia paranoid di Inggris (Plus, memperkenalkan audiences dengan talented british actors Ewan Mcgregor dan Cillian Murphy), Boyle pindah ke India sekarang. Dan melalui Slumdog Millionaire (2008), ia sukses menelanjangi betapa slum-nya Mumbai. Tetapi, biarpun kehidupan Mumbai kotor dan kejam, di sana toh masih ada pemuda baik dan beruntung seperti Jamal. Tipekal manusia seperti Jamal yang masih punya mimpi inilah yang menjadi daya tarik Slumdog Millionaire, yang meraih piala Best picture di Golden Globe dan Oscar tahun 2009 lalu.

3. The Curious Case of Benjamin Button


The Plot
Benjamin Button (Brad Pitt) punya alur hidup yang unik, bertambah muda saat ia harusnya jadi tua.

The Comment
The Curious Case of Benjamin Button (2008) bukanlah film bergenre science-fiction atau detektif, walaupun judulnya mengajak anda berpikir seperti itu. Director David Fincher (as always) selalu mengajak anda untuk mempertanyakan eksistensi hidup manusia. Bukan secara kelam lewat permainan psikopat, permainan gila ataupun pertarungan melawan kapitalisme seperti  yang sebelumnya, tetapi lewat the universal thing in the world, love. Biarpun The Curious Case of Benjamin Button terlihat lebih ‘cerah’ dibanding film-film Fincher sebelumnya, tetapi plot style berbelit Fincher masih tetap ada. Dan kapan lagi anda bisa melihat sosok rekayasa Pitt dari tua hingga kecil?

2. Wall-E

The Plot
Wall-E (dubber: Ben Burtt) adalah satu2nya robot pembersih yang tinggal di bumi. Dan dia tengah jatuh cinta pada robot perempuan bernama Eve (dubber: Elissa Knight).

The Comment
Entah karena movietard sudah terhegemoni film produksi Pixar itu ‘pasti bagus’, movietard pasti selalu suka dengan film-film  Pixar. Dan Pixar memang memiliki kelasnya tersendiri. Wall-E (2008) adalah masterpiece yang membuktikan kelasnya Pixar. Manusia diejek dalam film ini melalui perangkat teknologi yang malah berubah menjadi technopoly dan bagaimana Wall-E, si robot yang justru lebih sensitif dari manusia,  justru menjadi penolong pertama manusia. Film ini terasa heartwarming dan menunjukkan bahwa love can conquer everything. As usual, story plot Wall-E ini dibalut dengan humor ala Pixar yang cerdas, satir tapi tidak porno. Menjadi best animated feature di Golden Globe dan Oscar 2009 adalah bukti betapa bagusnya Wall-E.

1.The Dark Knight

The Plot
Si pahlawan malam Batman (Christian Bale) kali ini menghadapi Joker (Heath Ledger), yang melakukan kejahatan bukan karena ia ingin berkuasa di Gotham, tetapi karena ia cinta chaos itu sendiri.

The Comment
The Dark Knight (2008) menempati peringkat pertama film favorit movietard tahun 2008. Alasannya bukan karena saya suka sekali dengan Bale, bukan pula karena (gosipnya) Ledger meninggal karena film ini. In my opinion, The Dark Knight adalah film bergenre superheroes yang dibuat justru sangat riil oleh Christopher Nolan. The Dark Knight tidak menyoroti Batman yang selalu jadi dewa penolong dan sukses dalam mendapatkan cintanya, tetapi kalau seorang superheroes itu juga hanya manusia. Dan si penjahat juga sama, bukan robot atau mutan, tapi juga juga manusia yang sayangnya beda ‘side’. Menonton The Dark Knight membuat anda terguncang seperti ketika menaiki roller coaster, thrilling dan exciting. The Dark Knight menjadi pakem baru bagaimana sebuah film superheroes juga bisa jadi film drama thriller yang bagus. Kelewat film ini, berarti anda gila.

9 thoughts on “5 Favorite Movies Of 2008

  1. setuju sama Curious Case dan Dark Knight! salah dua favorit saya juga.
    Joker di Dark Knight juga salah satu tokoh paling horrifying seumur2 saya nonton film. am i too much? kayaknya nggak ya? hehehehe

    • The Dark Knight memang film superheroes yang oke!
      Kalau benar bakal ada sekuel kembali, duh, saya pikir Nolan akan sulit bercompete dengan dirinya sendiri deh mengingat pencapaian TDK sudah begitu baik

  2. favorit saya juga the dark knight..tapi lebih bagus lagi kalo anda masukin the reader di posisi 3 heheheheh atau revolutionary road

    • Salam kenal Andi😀
      terimakasih untuk masukannya,
      actually saya harus jujur nih kalau saya belum sempat menonton The Reader dan Revolutionary Road
      The Readers waktu itu hanya keluar sebentar bgt dibioskop dan walaupun sudah ada DVD The Reader, saya belum sempat menontonnya hingga sekarang😥

    • Saya belum nonton Frost/Nixon nih bung Fariz,

      duh,jujur lagi nih,banyak film2 bagus yang belum bisa saya tontonnnnn! coba sehari ada 36 jam😥 *jadi curhat*

  3. Yah, The Dark Knight is the best laah. Di blog saya juga saya pilih untuk film terbaik di 2008. Super kesel banget pas liat di oscar tuh film bahkan gak masuk best picture. Are the judges dumb or what??

    • Gpp kok Ryan,
      gak dapet nominee or menang di Oscar bukan berarti sebuah film gak bagus,
      untuk kasus TDK, aklamasi audiences toh jauh lebih penting dari pendapat juri2 Oscar yang sangat konservatif itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s