The Princess and the Frog


The Plot
Tiana (dubber: Anika Noni Rose) seorang waitress yang bercita-cita punya restoran sendiri. Hidupnya berubah total ketika ia bertemu pangeran Naveen, yang sayangnya berwujud kodok.

The Comment
Setelah menuai kesuksesan hasil kolaborasi dengan Pixar, Walt Disney nyatanya tidak pernah lupa dengan akarnya. Dan dalam The Princess and the Frog (2009), Disney kembali menyajikan classic fairy-tale bertema Princess yang dimulai sejak Snow White and The Seven Dwarfs (1939). Yang membedakan, main characternya kali ini, Tiana, adalah keturunan African-American. Ya, The Princess and the Frog menjadi kisah perdana black princess buatan Disney dengan teknik hand drawn animation, bukan menggunakan computer generated image seperti ketika berkolaborasi dengan Pixar.

The Princess and the Frog berseting di New Orleans pada awal abad ke 19. Tiana dilukiskan sebagai gadis enerjik dan pekerja keras yang berusaha menuntaskan mimpi sang ayah untuk membuka restoran sendiri. Sayangnya nasib berkata lain, pertemuannya dengan pangeran pemalas bernama Naveen (dubber: Bruno Campos) yang terkena vodoo dan berubah menjadi kodok membuat Tiana mengalami petualang baru bersama Naveen, Louis si alligator dan Ray si kunang-kunang. Tentunya, petualang ini juga menjadi petualang pencarian cinta Tiana.

Lepas dari beberapa stereotip yang agak mengganggu terkait dengan penggambaran supporting character seperti Dr. Facilier si dukun Vodoo yang seolah merepresentasikan masyarakat kulit hitam dekat dengan black magic ataupun Lotie, blondie-white girl, yang tampak bodoh, The Princess and the Frog tetap menjadi cerita yang heartwarming. Film ini sendiri realitasnya sedikit berbeda dengan film bertema princess lainnya karena mengambil seting yang cukup modern. Tepatnya, di era ketika musik Jazz menjadi folk culture masyarakat kulit hitam di New Orleans.

The Princess and the Frog menyajikan cerita indah dengan nilai-nilai khas Disney, tepatnya tentang kebersamaan keluarga, interact manusia dengan binatang, berbuat kebaikan, kerja keras dan tak kalah penting, find the true love. Karenanya Ron Clements dan John Musker, duo yang pernah menyutradarai kisah princess lainnya, The Little Mermaid dan Alladin dipilih untuk mendirect dan menulis skrip The Princess and the Frog.

Selain itu, The Princess and The Frog juga didukung dengan lagu-lagu yang indah mengingat lagu bernuansa Jazz memang menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan New Orleans saat itu, dan lagu-lagu seperti Almost There, Dig a Little Deeper, When We’re Human menambah nilai plus film ini menjadi tontonan yang entertaining.

Do You Know?
The Princess and the Frog menjadi nominasi Golden Globe 2010 untuk Best Animated

Jennifer Hudson sempat menjadi pesaing berat Noni Rose untuk mengisi suara Tiana. Alicia Keys dan Tyra Banks juga menunjukkan ketertarikan untuk menjadi Tiana’s dubber dan melobi Disney

Nama karakter Louis si alligator adalah penghormatan bagi musisi jazz Louis Armstrong

6 thoughts on “The Princess and the Frog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s