The Dreamers

The Plot
Matthew (Michael Pitt) is a 19 years old American student exchange at Paris. Ia bertemu dengan Isabelle (Eva Green) dan Theo (Louis Garrel)  di sebuah cinematheque, dan’ mereka bertiga pun ‘berpetualang’.

The Comment
The Dreamers (2003) dibuat oleh Bernardo Bertolucci, sutradara Italia yang terkenal dengan Last Tango in Paris (1972) dan lagi-lagi Bertolucci menjadikan Paris sebagai seting The Dreamers. Well, Paris memang kota yang perfect untuk film yang dijelaskan Bertolucci sebagai cerita tentang cinema, sex dan politics. Seorang teman menyebut The Dreamers sebagai ‘sophisticated porn’, mungkin merujuk pada banyaknya explicit nude and sex scenes. Tetapi film ini toh punya makna yang deeper than sex.

Mengambil seting tahun 1968, Gilbert Adair sebagai pengarang novel sekaligus screenwriter sebetulnya merujuk pada real life event tahun 1968 di Perancis, di kala itu, French people mulai menolak norma konservatif seperti agama dan patriotisme  dan menggantinya dengan counter culture dimana musik, puisi, film dan karya seni lainnya menjadi hal utama. Dan tokoh Matthew mengajak penonton melihat kehidupan anak muda Paris dengan counter culturenya ini.

Isabelle-Theo adalah contoh nyata anak muda yang mengeyam kebebasan ala France, hal yang awalnya sulit diterima Matthew, tetapi lama kelamaan Matthew ikut menjadi bagian dari mereka. Melalui Isabelle-Theo, Matthew belajar banyak hal, tentang sex liberation, kecintaan terhadap film-film klasik, hingga kecintaan terhadap lawan jenis. Tetapi, Matthew sadar, Isabelle-Theo adalah kembar obsesif yang hidup dunia mereka sendiri, dan ia tidak akan pernah bisa menjadi bagian dari mereka.

Ketiga aktornya tampil dengan ‘berani’ secara literal,  terutama si cantik Eva Green yang dengan santainya beradegan nude dalam waktu yang cukup lama. Lepas dari itu, Bertolucci menyajikan coming-of-age story yang indah, terutama dengan banyaknya referensi film-film dan sutradara klasik seperti  Chaplin, Keaton, Truffaut, Godard dll. Beberapa footages asli film klasik dan new wave tersebut juga dimasukkan dalam sesi game adegan film. In conclusion, The Dreamers seperti mimpi Bertolucci tentang anak-anak muda cinephile dan memiliki sexual liberation rights di dekade 70-an.

Do You Know?
Leonardo DiCaprio dan Jake Gyllenhaal pernah ditawarkan memerankan Matthew, keduanya menolak karena DiCaprio masih sibuk dengan The Aviator dan Gyllenhaal tidak nyaman dengan banyaknya sexual content dalam film ini

Di Amerika Serikat, The Dreamers mendapatkan rating NC-17

11 thoughts on “The Dreamers

  1. betul, film ini cukup eksplisit, tapi entah kenapa tetep beautiful yah. Emang jagonya Bertolucci kayaknya, (bisa tonton Stealing Beauty karya dia juga, very beautiful)

    saya agak tidak nyaman dengan adegan di lantai itu hwahahaha😀

    • Waa..gue belon nonton Stealing Beauty, nanti sayaaa cari!!!
      errr…awalnya sih masih oke sih In, cuma memang setelah Matthew melihat ada apa ditangannya, itu yang agak shocking karna jujur, dengan karakter Isabelle yang seperti itu, kita juga sama kagetnya dengan Matthew,hihihi

      ending cliffhangernya juga bikin film ini makin, well, nelongso yaa

  2. Wah salah satu film favorite saya nih….. bagus bgt! meskipun adegan seksnya agak tidak penting 9meskipun di novelnya lebih eksplisit juga) namun saya menghargai homagenya terhadap French NEw Wave dan apresiasi terhadap film. keren deh!

    • Awya udah baca novelnya juga ya?
      Ya sama, saya juga merasakan spirit Bertolucci buat ngasih apresiasi sama film klasik dan director new wave seperti Truffaut, Jean Luc-Godard, dan Chabrol
      btw, tentang sex and nude scenenya memang justru jadi bagian penting buat ngejelasi gimana culture baru para pemuda France sih😉

  3. Iya juga sih. Adegan Nudenya memang kalo dipikir-pikir penting juga. hahahaha….
    udah sempet baca, memang agak beda sama novelnya, tapi spiritnya masih kerasa.

  4. Wah. Salah satu favorit saya, termasuk “Y Tu Mama Tambien” juga.

    Untuk ukuran film yang mengangkat tema seksual, yang paling saya suka untuk era 2000-2009: “Une vieille maîtresse” (The Last Mistress) bikinan Catherine Breillat. Itu sutradara Perancis yang memang terkenal (dan cukup piawai) memainkan tema-tema seksual (semacam Djenar Maesa Ayu di sinema Perancis). “Fat Girl”-nya juga Ok. Kalau secara keseluruhan, film bertema seksual yang aku suka “Ostre Sledovane Vlaky.”🙂

    Udah liat “Last Tango in Paris” (bikinan Bertolucci juga)? Atau “All Things Fair” (film Swedia)?

    • thank you atas infonya ya, kalau last mistress pernah nonton, even gak suka endingnya and ceritanya sih, hehehe
      Nah, tapi jujur kalo untuk Fat Girl dan Ostre Sledovane Vlaky baru denger kali ini, whoaaa, download or ada dvdnya nih?

      Last Tango in Paris uda pernah denger, awww Brando’s movie tapi sayang belum pernah nonton >.<

  5. Pingback: The Dreamers (2003) Uncut BluRay | Rymv.ComRymv.Com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s