Requiem For A Dream

The Plot
Harry Goldfarb (Jared Leto) hidup dalam lingkaran junkie, ia, pacar dan sahabatnya adalah drugs junkie. Ibunya, Sara Godlfarb (Ellen Burstyn) adalah tv junkie.

The Comment
Requiem for a Dream (2000) diadaptasi dari novel berjudul sama keluaran tahun 1978. Bagi movietard, film ini menempati peringkat teratas (bersama dengan Drugstore Cowboy dan Trainspotting) sebagai film mengenai dunia junkie yang sangat jujur. Ya, Darren Aronofsky sebagai director memotret kegilaan manusia ketika mereka kecanduan, entah itu terhadap drugs, pil diet, kopi hingga acara tv, dan Aronofsky melakukannya dengan baik.

Opening scenenya pun sangat menohok dan well, itu memang realitas yang terjadi. Ketika Harry menggadaikan tv sang ibu demi mendapat uang untuk membeli drugs, rasanya kisah seperti ini sudah sangat familiar di Indonesia. Hubert Selby Jr. sebagai scriptwriter sekaligus author novel asli menampilkan keempat karakter junkie tersebut dengan mimpi masing-masing yang saling terkait, Sara yang ingin tampil cantik di acara tv favoritnya, Harry yang ingin sukses, Marion (Jennifer Connelly) yang ingin membuka toko pakaian dan Tyrone (Marlon Wayans) yang ingin membuat ibunya bangga.

Yang menarik dalam Requiem  for a Dream, Aronofsky menampilkan beberapa scene dengan teknik hip-hop montage, yang digunakan dalam scene penggunaan drugs oleh empat karakternya. Hip-hop montage menyajikan potongan gambar drugs, injeksi dan reaksi disampaikan dengan close up shoot cepat dan random yang diiringi dengan lagu hip-hop Lux Aeterna oleh Clint Mansell. Aronofsky tidak berlebihan, penggunaan teknik ini nyatanya mampu menggambarkan bagaimana proses penggunaan drugs itu sendiri, intens tetapi cepat menghilang.

Requiem for a Dream merupakan narasi musim panas yang berakhir di musim dingin, dan ditutup dengan sad ending yang menimpa empat karakter utamanya. Film ini menggambarkan bahwa menjadi junkie bukan opsi hidup yang seharusnya mengingat dunia junkie adalah dunia halusinasi. Faktanya toh, anda harus bangun sebelum realitas yang menyakitkan menimpa anda lebih jauh.

Do You Know?
Requiem for a Dream menghadiahi Ellen Burstyn nominasi Oscar dan Golden Globe sebagai Best Actress tahun 2001 atas performa luar biasanya sebagai Sara Goldfarb

Aronofsky meminta Jared Leto dan Marlon Wayans tidak melakukan hubungan seks dan tidak mengkonsumsi gula selama 30 hari untuk lebih memahami seberapa besarnya perasaan ‘ingin ngobat’

4 thoughts on “Requiem For A Dream

  1. gue nonton dvd-nya gambar bagus, tapi teks gak ada. alur critanya sih mudah diikuti, tapi thanks yah udah memberi informasi kecil mengenai motif2 yg melatarbelakangi keempat tokoh di film ini. hahaha. yang tragis sih endingnya jared Leto, hmm si jennifer Connely juga parah bgt lah. cuman bener, ini sangat realistis bgt filmnya. di jakarta aja sering bgt terjadi. pasti terjadi, gue rasa. hehe.

    • iya in, ending yang buat harry sama marion sedih ya
      tapi gue memang paling salut sama Ellen Burstyn, keren banget mainnyaaaa
      iya pasti terjadi di Indonesia, tv, tabung gas, kan itu semua lumayan mahal dan bisa dijual sama para junkie,hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s