Mammoth

The Plot
Living in fabulous SoHo, New York, Leo (Gael Garcia-Bernal) dan keluarga kecilnya memiliki hidup yang terlihat sempurna. Dan ini kisah interaksi keluarga Leo dengan orang-orang di sekitar mereka.

The Comment
Mammoth (2009) menjadi film kedua yang movietard tonton di Jiffest 2009. In my opinion, film ini lebih memesona dibandingkan Coco Before Chanel (2009) yang saya tonton di hari sebelumnya. Kenapa? Well, Mammoth menawarkan potongan drama from people’s everyday life, story plot-nya sendiri merupakan perpaduan Fight Club (1999) dengan Babel (2006), hanya saja, takarannya jauh lebih ringan sehingga lebih mudah dinikmati.


Dibesut oleh Lukas Moodysson, yang asli Swedia, Mammoth mempertanyakan eksitensi manusia melalui tokoh Leo yang melakukan perjalanan bisnis ke Thailand, istrinya Ellen si dokter bedah yang sibuk, dan pengasuh anak bernama Gloria yang bekerja di US demi memberikan kehidupan yang baik bagi kedua anaknya di Filipina. Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan pekerjaan yang mapan dan uang yang banyak, setiap orang akan bahagia?

Melalui film ini, Moodysson menunjukkan kepada penonton, bahkan ketika anda bekerja keras setiap hari untuk orang yang anda cintai, toh, unexpected things tetap saja bisa terjadi. Dan cinta saja tidak cukup. Adanya jarak antara Gloria dengan anaknya, Leo dan Ellen ataupun Ellen dengan anaknya sendiri, Jackie, menunjukkan bahaya laten dari pola hidup work for living terhadap orang-orang yang anda kasihi.

Selain lebih suka menggunakan close up shoot yang merekam dialog interpersonal antara dua orang, Moodysson juga tak ragu menyertakan sekelumit cerita di negara dunia ketiga, yaitu di Thailand dan Philippines, yang semuanya bermuara pada keinginan yang sama, trying to get better life. Michelle Williams, Gael Garcia-Bernal serta Marife Necesito bermain baik dan mampu membawa Mammoth menjadi sarana reflektif yang emosional.

Do You Know?
Judul film ini, Mammoth, merupakan simbolisme dari pulpen yang dibuat dari gading Mammoth yang diterima tokoh Leo dari rekannya
Mammoth adalah debut penyutradaraan Lukas Mooydsson dalam bahasa Inggris, walaupun tentu saja, terdapat penggunaan Tagalog dalam film ini

2 thoughts on “Mammoth

  1. Saya meneteskan air mata ntn film ini, terutama pas jackie bilang ia kangen ama Nanny-nya.. hwahaha lebay abis gak sih .. tapi film ini memang penuh kesan.🙂

    • iya, saya juga suka, filmnya nyentuh banget tanpa harus masukin plot besar, plot intinya memang sederhana, tapi sama seperti (500) Days of Summer, hal-hal yang sederhana ini justru sangat related ya kehidupan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s