Fight Club

fight-club-dvd-cover

It’s my comment, errrr…analysis is the right term, it my analysis about one of ma favo movies (Apa anda juga suka?), Fight Club (1999)

FULL OF SPOILER
Palahniuk ngejadiin sistem kapitalisme marxist (Marx, si bapak kaum proletar) sebagai temanya, kegelisahan Palahniuk ini ngebuat dia menulis Fight Club, dan  Fincher menerjemahkannya ke medium visual. Ya, Fight Club menunjukkan gimana dunia saat ini memang telah memasuki era kapitalisme akhir. si narator (si-nggak-ada-matinya-Edward-Norton dalam permainanya yang oke) dilukisin sebagai white collar pengguna calvin klein, DKNY ect, doyan ngisi kondo-nya dengan perabotan yang sangat populer yang bahkan juga digilai mrs. Kutcher, Ikea.

Intinya, kehidupan si narator menunjukkan pada kita, kalo masyarakat dunia saat ini telah tumbuh dalam consumer culture. Consumer culture ngebuat kita -human- dinilai dari hal2 yg melekat di diri kita kaya profesi, pakaian, perabotan rumah,mobil, gadget paling hip,dan bukan dari akhlak kita. Si narator bilang, saat ini kita gak hidup diera great depression/world war kaya puluhan tahun lalu, tapi saat ini, kita hidup dalam microsoft galaxy, planet starbucks.

“You’re not your job. You’re not how much money you have in the bank. You’re not the car you drive. You’re not the contents of your wallet. You’re not your fucking khakis. You’re the all-singing, all-dancing crap of the world.” -Tyler Durden-

SLC_FightClub3

Ya, dengan terpaan iklan2 komersial, kita jadi masyarakat konsumer yang hidup dalam budaya konsumsi, we are defined by product of lifestyle obsession, yang membuat diri kita lebih care sama produk2 yang kita beli, artikel majalah yg kita baca hingga tayangan televisi yg kita tonton dibandingin sama real social problems. dan apakah hal-hal yang bersifat materialistis ini mampu memuaskan kita? si narator membuktikan, yang ada justru cuma kehampaan, buktinya dia gak bahagia.

Kehampaan jiwa ini membuat si narator insomia,saat insomia inilah alam bawah sadarnya memunculkan kepribadian lain, as a tyler durden (Brad pitt, yg tumben2nya bisa akting!), tyler ini kepribadian jaaaauuuuh berbeda ma si narator. tyler doyan make pakaian mencolok kayak jaket kulit warna merah (nggak seperti si narator yang cenderung make warna kalem), tinggal di rumah gak berpenghuni yang kotor dan bocor di sana-sini (gak kaya kondonya si narator yang ikeaism).

Fight_Club24

imho, kepribadian tyler sesungguhnya perwujudan id dari diri si narator. dalam teori psikoanalitis (lupa teori siapa, Lacan ato Freud,tapi pokoknya dibilangin id itu representasi kejiwaan dari dorongan nafsu manusia akan sesuatu),nah, id dikontrol sama superego yang berupa ajaran-ajaran moral (norm,value ect).antara id dan superego tedapat ego yang jadi penengah antara keinginan dan aturan, antara dorongan dan kesadaran. honestly, si narator udah muak dengan rutinitas kerjanya dia,tapi superego ngebuat dia gak bisa lepas dari rutinitas harian ini (kalo gak kerja, gak dapet duit buat beli baju ma perabotan ikea dong?) besarnya id untuk bebas dari jeratan kapitalisme ini yang membuat kepribadian tyler lahir. tyler adalah id, bukan cuma bagi si narator,tapi bagi kita semua

Fight club dimaknai sebagai klub tarung tempat pria white collar melepas baju mereka dan bertarung ampe berdarah2, uh well, itu makna denotasi (Barthes : bapak segalasimbol). tapi, makna muncul juga muncul secara connotative,Fight club menjadi klub paling populer dan tyler menjadi pahlawan modern yang membawa para pria amerika mencapai kebebasan diri. melalui pemaknaan bentuk ini, klub tarung jadi simbol perwujudan id manusia. dengan pukul memukul,mereka yang selama ini hidup dalam tatanan sosial yang terstruktur toh jadi dapat meluapkan id. dalam klub tarung,pria2 itu seolah ngebebasin diri dari segala kemapanan semu yang dihasilkan sistem kapitalis.

_475660_helnorton300

Awalnya, movietard menilai film ini sebagai film antifeminis, representasi para white collar yang cuma kaum pria ma klub tarung itu sendiri memang dikhususkan bagi pria ngebuat saya ngeliat perempuan jadi the other, label antifeminis movietard kasih ke film ini, Tapi, jika film ini antifeminis, seharusnya film ini nonjolin dunia pria lengkap dengan maskulinitasnya. film ini memang tentang dunia pria, tetapi fight club nggak merepresentasikan man’s perfect life. di salah satu scene, di support group, para pria berbagi kisah, berpelukan dan gak malu untuk menangis. Overall, pria2 di film ini digambarkan depresi dan hampa,bukan sepowerfull King Henry.

Nah, tapi ada satu perempuan dalam film ini, namanya Marla, kehadiran Marla penting karena dia menjadi satu-satunya tokoh yang hadir di sisi narator as a real friend, not just a self serving friend or imaginary friend kayak Tyler. Marla jadi kunci si narator untuk sadar kalau Tyler hanya id dalam dirinya. Marla juga tokoh yang dicintai narator baik saat dia jadi dirinya atopun jadi Tyler. Marla menjadi satu2nya tokoh yang tetap ada di sisi narator walaupun narator gak lagi dalam kepribadian tyler (that’s the strength of love rite?)

fight-club-_the-end_ Fight Club adalah kritik cerdas akan sistem kapitalisme yang ngebuat manusia hidup dalam budaya konsumsi. Fight club ngegambarin realitas kehidupan yang ternyata gak seindah eksplanasi ahli2 pro globalisasi. menonton fight club akan membuat kita bertanya-tanya pada diri sendiri, apa kita juga telah menjadi konsumer nomor satu dari produk2 top brand yang ada di dalam iklan2? apa kita baru merasa jadi ‘seseorang’ saat kita punya banyak duit?

Kepribadian tyler memang udah pergi dari diri si narator, he’s gone with all his back to zero point’s idea. walopun gitu, tyler telah mengajarkan pada kita, bahwa esensi hidup adalah kebebasan diri. kita boleh aja kerja untuk mencapai standar hidup tertentu, tetapi jangan jadiin itu tujuan utama hidup ini. eksistensi dan kepuasaan diri gak bisa dihitung secara nominal melalui beragam kurs.

4 thoughts on “Fight Club

    • sorry nonnnn….dalem ya? errrr ini sebetulnya tuga kuliah sih,ahahahah….
      so,i just make cop-pas thing from my paper, and here’s my explanation
      “Dalam teori psikoanalitik, id merupakan representasi kejiwaan dari dorongan-dorongan dalam diri (nafsu manusia akan sesuatu). Dalam kehidupan bermasyarakat, id cenderung dikontrol oleh superego yang berupa ajaran-ajaran moral yang menuntun manusia. Diantara id dan superego tedapat ego yang menjadi penengah antara keinginan dan aturan, antara dorongan dan kesadaran.”
      semoga membantu ya!

  1. Mungkin kalo bukan karena gak ada kerjaan dan kalo bukan karena mendadak Trans TV menayangkan film ini ketika gua bengong, gua mungkin gak tau betapa bagusnya film ini. Ending yang gak gua duga kalo ternyata si tyler itu siapa membuat pada akhirnya memutuskan bahwa ini salah satu film favorit gua.
    Oh ya, dan Edward Norton menjadi salah satu aktor favorit gua. Semua film yang ada dianya sebisa mungkin gua tonton. Walaupun gak semua, sehingga gua penasaran, apakah ada film dimana edward norton berakting tidak biasa, lepas dari film-film serius.
    Oh ya, disini juga ada salah satu aktris favorit gua, yang berperan sebagai Marla, gua agak lupa bagaimana menulis nama aslinya.

    • Yay! ceritanya emang amazing thanks to Chuck Palahniuk kalo yang ini
      nama ceweknya Helena Bonham Carter…dia emang beda sih,tastenya as an actress juga agak quirky yg terakhir nongol kan diawal Terminator yang jadi dokter itu
      Kalo tentang Edward Norton! geezzz…gue juga ngidolain dia banget! always want to watch him, tapi dia memang paling memorable di American History X en fight club
      kalo mau tau film Norton yg gak serius, coba keeping the faith, ini rom-com yg didirect langsung sama Norton dan dia ikutan main jadi priest. not really good one of Norton’s performances tapi lucu aja liat Norton main komedi bareng Stiller

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s