American Psycho

american-psycho-02-233x300

The Plot
Patrick Bateman (Christian Bale) adalah yuppie dengan tampang oke, lulusan Harvard yang sukses jadi banker di Wall Street dan tinggal di UWS. Bateman (hampir) sempurna tapi sayangnya, dia psikopat.

The Comment
Beberapa tahun sebelum Palahniuk berbicara tentang materialisme dan nihilisme lewat Fight Club, tema sejenis dalam versi yang lebih gelap telah hadir melalui novel American Psycho karangan Easton Ellis. Hanya saja, film American Psycho (2000) justru hadir setelah Fight Club (1999). Salah satu alasan adaptasi novel ini lama muncul dalam pita seluloid adalah, there’s too much morally offensive content in this story. Waktu muncul tahun 2000 aja masih banyak kritik, bayangin deh kalo muncul 10 tahun sebelumnya, dibanned mungkin yang ada.

Asiknya, Mary Harron berhasil menerjemahkan novel Ellis dengan baik. Ngambil sudut pandang orang pertama, kita dibawa memasuki ‘american dream’ melalui narasi Bateman yang sangat ikonik (remember the sit-up and shower-scene? wink wink). Tetapi toh, dari awal kita tahu kalo ada ‘sesuatu yang salah’ pada diri Bateman. Ada beberapa poin penting terkait dengan film ini. First, you should take a deeper breathe because there’s lots of sadistic and disgusting scenes in this movie. Tapi, dengan banyaknya adegan yang menjurus sadis itu… toh film ini malah jadi cult (imho).


american-psycho2Kedua, American Psycho adalah titik balik bagi Bale untuk diterima publik menjadi aktor dewasa paska Empire The Sun. Ya, Bale mampu menampilkan sosok Bateman yang kompleks, lengkap dengan watak dan obsesi atas kesempurnaan, narsistiknya, nggak mau kalahnya, ketakutannya, belagunya dengan sangat…superb. Honestly, I never imagine anyone else to fit in this role (bahkan gossipnya, si-nggak-ada-matinya-Edward-Norton mundur dari peran Bateman ini karena ngerasa gak mampu).

Ketiga, dari segi cerita, walaupun saya belum pernah membaca novel aslinya, film ini nyatanya dapat ‘berbicara’ pada audiences, satire sekaligus menyentuh. Dengan banyaknya referensi budaya pop yang high (pada masanya) kayak nongkrong di Doria dan make setelan Valentino toh malah buat para yuppies jadi produk massal kayak boneka Ken. Anehnya, ketika kehidupan para yuppies sudah terpenuhi secara materi dan individu dianggap sudah menjalani hidup yang paling menyenangkan, apa yang terjadi justru sebaliknya. Nihilisme hadir dalam relung kehidupan individu di kota besar, dan dalam diri Bateman hal ini dilukiskan dengan sangat berani, yaitu lewar fantasi menjadi psycho.

Movietard menonton American Psycho pertama kali di tv, mengulangnya lagi beberapa scene di youtube dan karena sangat  penasaran sama versi penuhnya, I asked my besties to search this uncut version dvd (dan jujur, bahkan saya lupa bedanya tuh sama versi yang dulu,hihihihi).  So, I dedicated this review to her, taraaatengkyuuuu sweinie’s girl

7 thoughts on “American Psycho

  1. Hellloooow…
    First thing first: You really kept your promise! I was half-joking when I suggested the review. hehehe. But seriously, I just couldn’t get what you see in this movie. Do you know how much trauma I got by watching it? It ruined my soul.
    I’ll never look at a namecard like I used to anymore.

    P.s. It’s schweini

    • Schweini girl,conversation at 3 AM didn’t work quite well,that’s why i didn’t remember the germany name as it suppossed to be, bestieeesss…sorrydorrryymorrryyy
      Remember that you always ask the same question since…january??? I tried to answer it by ma review (that’s why I took ur joke seriously)
      well, this movie was so unbelievable,the story was so great as a critics for human being. It didn’t ruin your soul, it gave you a lesson
      And yea, Mr. Bale was unbelievably cool like greek goddess (and that was so memorable,instead of remember namecard and all of muder-scenes, it’s better to remember Mr Bale as psycho yuppie than skinny guy at The Machinist rite?)

  2. Anggie dear,
    I guess I’m just too shallow to understand American Psycho.
    But the fact that you understand the character very well never cease to amaze me. Keep on with the analysis!

    Love,
    Lia

    • Girl, I knew u since we were in junior and u’re not shallow-minded.The differences, my college subjects supported me make this kind of analysis. At College, we learn different subjects so it doesn’t matter coz at chemistry-thing and travelling, u’re always be the expert.

      p.s udah yuuuuu daripada ngobrol dicomment, msn-an ajaaaa,online kapan non?

    • aihhhhhhh! makanya gue heran lo gak nongol2…lo pake windows messenger aja deh,itu juga bisa pake id msn….lots to tell (udah gak peduli harus jadi alter ego movietard yang kritis dan gak emosional,hihihihi)

  3. gw udah nton,itu maksud endingny gmna y?jd si detektif dan pembunuhan itu cuma khayalan dia aja kan y?

    btw,adegan threesomeny kurang ah!huahuahua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s