Dear Frankie

Dear Frankie

The Plot
As a deaf boy, Frankie (Jack McElhone) sangat diprotected oleh ibunya, Lizzie (Emily Mortimer). Masalah datang saat kapal si ‘ayah’ sampai di kota dan Frankie ingin bertemu ayahnya. Dan lagi2, Lizzie memproteksi Frankie dengan menghire seorang stranger (Gerard Butler) untuk menjadi ayah Frankie.

The Comment
Kisah tentang single parent yang berjuang membesarkan anak-anak sudah sering dituangkan dalam pita seluloid, dan semuanya punya satu kesamaaan, being a warm movie. Film Dear Frankie (2005) ini juga termasuk warm movie, pertama, dari segi tone film yang kecoklatan (scene-nya seolah banyak diambil di sore hari)  dan kedua, dari segi ceritanya. Jangan mengharapkan film ini kayak One Fine Day yang penuh humor, film ini justru sangat lack of humor. Tapi yang harus diacungin jempol (empat kalo perlu) adalah ceritanya yang well-written sehingga sukses mengharu biru.

Dari awal, kita sudah diajak menduga, ada sesuatu yang salah sama keluarga ini, Frankie, his mom and his grandma lari dari sesuatu. Layaknya film2 eropa, film ini alurnya lambat, tapi justru itu nilai plusnya, filmnya jadi nggak berjarak karena kita seolah diajak mengenal karakternya satu persatu, Lizzie yang berusaha kuat tapi juga lemah, Frankie yang even he’s deaf tapi smart dan the stranger yang ternyata baik hati (Butler menunjukkan kalo dia bisa juga akting dengan pakaian lengkap).  And here’s ma fave quote and scene yang bikin movietard mewek parah


lizzie&stranger

“Lizzie: Frankie wasn’t born deaf. It was a present from his daddy.
The Stranger: Frankie’s a very… very lucky boy.
Lizzie: How’d you figure that one out? I’m his mother and I lie to him every single day.
The Stranger: No. No, you protect him every single day.”

As Lizzie, Mortimer superb banget aktingnya. Terutama dalam interaksinya sama Frankie benar2 bikin melting dan tentunnya face expression dia pada scene yg mengharuskan Lizzie kembali ke masa lalu. Yang tentunya juga superb adalah akting McElhone sebagai Frankie, yang membuat nggak hanya Stranger tapi juga penonton jatuh hati sama tampang polosnya dia.

PDVD_338Ending film ini juga oke, bahwa dibalik keluguan Frankie (dan sama seperti semua kisah single parent and their child), hubungan kasih sayang dan proteksi yang diberikan toh nyatanya vice versa, dan surat Frankie ini jadi bukti nyatanya. A perfect ending.

2 thoughts on “Dear Frankie

  1. gua komen juga di blog lw!!hahahahaha…
    siapa coba yg rekomen film ini! ckckck…
    *udah ah,ga penting

    ada laguny Damien Rice yg Delicate difilm ini,loooove that song,pas bgt sma sceneny!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s