Sang Pemimpi

The Plot
Ahmad Haikal atau Ikal (Vikri Setiawan) sudah duduk di bangku SMA, dan ini penggalan kisah kehidupan remajanya, tepatnya pada pertemanannya dengan Arai dan Jimron.

The Comment
Selang setahun paska Laskar Pelangi (2008), Miles Production membawa kita kembali melongok perjalanan hidup Ikal melalui Sang Pemimpi (2009), adaptasi dari novel Andrea Hirata yang berjudul sama. Movietard belum membaca novelnya sehingga di awal, movietard cukup terkejut dengan menghilangnya karakter Lintang, Mahar dan lainnya. Tetapi, tokoh Arai dan Jimron realitasnya tidak kalah menarik dan pastinya, anak-anak Belitong ini tetap memiliki mimpi yang hebat.


Dan film ini kembali menunjukkan besarnya kekuatan mimpi. Melalui narasi Ikal dewasa, Sang Pemimpi membawa anda mengenal sosok Arai, sepupu Ikal yang yatim piatu. Arai-lah yang membuat mereka bersandar pada mimpi bisa kuliah master di Sorbonne dan keliling dunia. Tetapi anda tahu, mengapai mimpi bukan hal mudah, dan Ikal harus menghadapi realitas pahit seperti ayah yang kena PHK ataupun ketika ia bekerja di kantor pos paska lulus kuliah.

‘It director’-nya Indonesia, Riri Riza sukses mengarahkan aktor-aktor muda hasil audisi, terutama untuk Arai dan Jimron yang tampil sangat menghibur, membuat Nugie tampak begitu meyakinkan sebagai Pak Balia hingga Ariel pun berhasil melepas charm bintang idolanya. Riri dan Salman Aristo sebagai penulis skenario juga sukses mengemas alur cerita utama yang cenderung lurus memiliki sub-plot yang menghibur. Terutama dengan kehadiran tokoh Arah si pantang menyerah, Jimron yang dengan kepolosannya berusaha membuat Laskmi tersenyum dan Bang Zaitun si pemain orkes Melayu, yang menjadi role model Arai untuk urusan cinta.

Yang membuat Sang Pemimpi semakin asyik untuk dinikmati adalah score yang dibuat Aksan dan Titi Sjuman, yang memperkenalkan anda dengan taste lagu melayu yang berbeda. Dalam seri kedua ini, Riri juga tampak lebih senang bermain dengan bahasa gambar, bukan hal yang buruk karena view Belitong memang indah. Tetapi, repetisi seperti ini jika terlalu banyak akan membosankan. Selain itu, terdapat beberapa jeda antar scene yang cukup lama membuat pace Sang Pemimpi jadi sedikit datar dibanding pendahulunya. Walaupun begitu, film ini sukses membuat movietard menangis, bahkan di adegan yang menurut orang adalah scene yang lucu.

Harus diakui, Sang Pemimpi adalah salah satu film Indonesia dengan kualitas yang jauh diatas rata-rata. Bila setelah ini tak ada lagi film yang bagus, maka industri perfilman Indonesia setidaknya sudah punya produksi bernilai untuk dinobatkan sebagai film penutup tahun 2009 yang baik. Movietard berharap di tahun depan, Riri dan Miles Production telah berdamai dengan panitia FFI sehingga Sang Pemimpi masuk menjadi nominee karena dalam produksi film ini, nama-nama terbaik dalam industri perfilman turut berkecimpung.

Do You Know?
Nugie belajar menjadi orang culun, memakai kemeja lusuh dan celana di atas perut serta belajar dialek Belitong demi perannya sebagai Pak Balia
Pembuatan Sang Pemimpi menghabiskan dana sekitar Rp 12 miliar, lebih besar dari Laskar Pelangi yang menghabiskan dana sekitar Rp 8-9 miliar

About these ads

12 thoughts on “Sang Pemimpi

    • Thanks telah berkunjung ya!
      kita, semua orang ya, memang (harus) bersandar pada mimpi, dan film ini jadi courage yang sangat baik untuk itu :)

  1. bener lw nggi!
    score nya baguus! berhasil membuat gw nangis..
    siaalaannn…

    kata2 yang sangat menyayat hati
    *senyum dari hati bapak nomor satu di dunia*
    aahhhhh…
    Matias Muchus emang mantap lw!
    haha.

  2. film ini bikin gue senyum2 sendiri, soo sweet.. ngeliat aksi Arai dengan Zakiah Nurmala hahaha.. aku suka akusuka.. si Arai remaja mirip yaaa sama Ariel.. bisa pas gt cast-nya.

    sama pas adegna Ikal meluk Bapaknya pas rapot dia jelek.. yah semua kisah hubungan ayah-anak emang kelemahan gue lah.. hiks hiks..

    gue belum baca tetralogi laskar pelangi, sampe sekarang. kayaknya nggak akan baca deh. udah serahkan semua pada Riri Riza dan MiLes hehe

    • we’re on the same boat! gue juga gak minat baca tetralogi dan lebih suka nontonnya *maaf yaa bung Andrea,lol*
      gue juga agak kaget dengan betapa okenya Nugie dan Ariel, mereka jauh lebih bagus dibanding Tora Sudiro di film pertama.
      dan subplot Arai dan Zakiah memang sangat menghibur, secara kualitas, Sang Pemimpi diatas Laskar Pelangi
      tetapi memang pesan yang disampaikan lebih berat sih disini dan yea, penampilan Mathias Muchus memang biki kita terharu :'(

    • feelnya emang udah berbeda el, adventurous waktu ikal dan teman2nya SD emang lebih menghibur dibanding di Sang Pemimpi. Apalagi kayak yg uda gue tulis, Riri cenderung suka pake bahasa gambar, jadi emang beberapa bagian sedikit membosankan

      but, it’s still a good Indonesian movie, better than all of pocong and porn.lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s