•December 6, 2009 •
Leave a Comment

Dalam proses pembuatan film, anda tahu biaya finansial yang dihabiskan tidaklah sedikit. Karenanya, dibutuhkan dukungan finansial dari industri lainnya, seperti industri periklanan melalui praktek product placement, suatu bentuk penempatan produk tertentu dengan sengaja dalam suatu film. Praktek product placement dibagi menjadi tiga bentuk penempatan yaitu secara visual, audio dan alur cerita.
Sejarah Product Placement
Product placement telah ada dalam film sejak dekade 40-an, seperti dalam film It’s a Wonderful Life (1946) yang menempatkan majalah National Geographic. Tetapi, praktek ini baru berkembang pesat di era 1980-an di Hollywood. Praktek product placement yang paling populer adalah ketika Steven Spielberg menempatkan permen cokelat Reese’s Pieces sebagai permen yang digunakan Elliot untuk membujuk ET dalam film E.T (The Extra-Terrestrial) pada tahun 1982. Setelah film tersebut dirilis,penjualan Reese’s Pieces meningkatkan sebesar 65%.
Continue reading ‘All about Product Placement’
Posted in Just A Movietard's Thought
•December 5, 2009 •
Leave a Comment

The Plot
Sejak kecil, Katie (Katie Featherson) merasa diikuti oleh suatu kekuatan supernatural. Pacarnya, Micah (Micah Sloat), berusaha menangkap fenomena ‘hantu’ ini dengan video kameranya.
The Comment
Menjadi trending topic di salah satu microblogging populer, Paranormal Activity (versi 2009) membuat saya penasaran setengah mati, kenapa para bule sangat suka film ini? Thank God, saya berhasil menontonnya melalui pita 35 mm di layar lebar. So, akhirnya, saya paham apa yang menjadi daya tarik Paranormal Activity.
Continue reading ‘Paranormal Activity’
Posted in New Movies
Tags: horror, Indie
•November 15, 2009 •
2 Comments

The Plot
Toby/Astro (Freddie Highmore) adalah bocah robot ciptaan Dr. Tenma (Nicolas Cage), dan ini seharusnya menjadi awal mula penemuan jati diri Toby untuk menjadi pahlawan dunia.
The Comment
Astroboy (2009) adalah hasil adaptasi Hollywood dari salah satu manga Jepang paling terkenal karangan Osamu Tezuka. Diterbitkan pertama kali tahun 1952, Astroboy menjadi salah satu manga sci-fi favorit di seluruh dunia. Tetapi, film Astroboy tidak akan bisa menyamai posisi manga tersebut karena jujur, walaupun telah dibuat dengan format computer generated image (CGI), kualitas film ini hanyalah berada dalam kategori standar, not as bad as Dragonball Evolution but still not a great movie.
Continue reading ‘Astroboy’
Posted in New Movies
Tags: Adaptation, Animation, Comics, Science Fiction
•November 9, 2009 •
Leave a Comment

The Plot
Cerita mengenai Anna (Minna Haapkylä) dan Pete (Petteri Summanen) serta sekelompok pasangan lainnya di Finland. Perseturuan terjadi karena para prianya adalah pecinta bola sementara para perempuan adalah pembenci bola.
The Comment
Setelah Mira Nair sukses membesut Bend It Like Beckham (2002), FC Venus (2005) kembali membawa kita melihat realitas yang telah membudaya di Eropa, bahwa sepakbola telah menjadi obyek cinta nomor satu, yang bahkan mengalahkan cinta pria kepada perempuan. Hal yang tidak pernah akan anda lihat dalam film produksi Hollywood karena football tidak pernah menjadi olahraga mainstream di US.
Continue reading ‘FC Venus’
Posted in Old Movies
Tags: couple, Europe, Romantic Comedy
•November 8, 2009 •
Leave a Comment

The Plot
Sejak kecil, Flint Lockwood (dubber Bill Hader) bercita-cita menjadi inventor. (Satu-satunya) invention Flick yang sukses adalah alat perubah air menjadi makanan, segala makanan.
The Comment
Saya menyaksikan film animasi Cloudy with a Chance of Meatballs (2009) tanpa ekspektasi banyak. Pertama, film animasi ini datang bukan dari Pixar, tetapi dari Sony dan saya telah memiliki stereotype there’s no animation movies are better than Pixar’s movies. Kedua, hal terbesar yang mendorong saya untuk menonton film ini bukan ceritanya, tetapi format 3D.
Continue reading ‘Cloudy with a Chance of Meatballs’
Posted in New Movies
Tags: 3D format, Adaptation, Animation
•October 25, 2009 •
8 Comments

The Plot
Lima chapter yang mengambil timeline era kejayaan nazi ini bercerita tentang balas dendam yang melibatkan a young jew girl, the jew hunter Colonel Hans Landa (Christoph Waltz) dan para bajingan tanpa kehormatan dibawah pimpinan lt.Aldo Raine (Brad Pitt).
The Comment
Tarantino is back! Dan Inglourious Basterds (2009) ternyata menjadi film yang dapat dikonsumsi oleh audiences dari berbagai strata. Mulai dari fan QT yang cinephile ataupun para abg yang menonton hanya demi kesenangan belaka. Mungkin, Tarantino telah berdamai dengan pop culture sehingga satirisme yang ditawarkan dalam cerita film ini jauh lebih mudah diterima akal sehat dibandingkan saat ia membuat Kill Bill 1 & 2. Why? Because he captured the most universal event in this world, war and its effect. Dan cerita mengalir begitu riil, menyentuh dan lucu dengan alur linear tanpa bolak balik yang semembingungkan Pulp Fiction.
Continue reading ‘Inglourious Basterds’
Posted in New Movies
Tags: Cannes, Cult, Tarantino, War
•October 17, 2009 •
12 Comments
Pada bulan Mei 2003, Pixar Studio merilis film Finding Nemo (2003) yang menceritakan kisah perjuangan clownfish bernama Marlin (sang ayah) dalam mencari anaknya, Nemo. Ya, berbeda dengan fabel Disney yang biasanya mengangkat hewan di hutan rimba, film buatan Pixar ini memanjakan audiences dengan gambar-gambar indah seputar kehidupan laut di perairan great barrier reef, Australia.
Ada dua bukti kehebatan film ini, pertama dapat dilihat dari total pendapat Finding Nemo sebesar $ 821,300,000. Kedua, sedemikian hebatnya film ini, anak-anak yang menonton tak lagi bisa dipuaskan dengan merchandise Nemo yang dikeluarkan McDonald’s ataupun pernak-pernik Nemo lainnya seperti boneka, kaos, shopping bag, stiker dll. Sebuah dampak yang di luar dugaan, anak-anak justu malah tertarik untuk memelihara clownfish sungguhan setelah melihat ikan jenis ini tampak sangat menggemaskan di film!
Continue reading ‘Finding (and Keeping) Nemo’
Posted in Movie Analysis
Tags: Animation, Oscar, Pixar
•October 12, 2009 •
7 Comments

Melalui kebudayaan media yang gemar mempromosikan, mensirkulasi dan menjual komoditas (Douglas Kellner: 2003), Ayat-Ayat Cinta (2008), telah menjadi komoditas media saat ini. Ayat-Ayat Cinta tengah menjadi fenomena terbaru dalam kebudayaan media Indonesia, mengalahkan dominasi tayangan sinetron stripping, reality show menyanyi dengan durasi panjang, novel laris karya J.K Rowling hingga tabloid yang berisi skandal para selebritis.
Suka atau tidak, Ayat-Ayat Cinta memang fenomenal. Novelnya telah terjual lebih dari 400.000 eksemplar, yang menjadikan Ayat-Ayat Cinta sebagai salah satu novel bestseller di Indonesia (Remasyarakata, 6 Januari 2007). Dalam medium yang berbeda, film Ayat-Ayat Cinta (2008) menjadi film nasional terlaris yang mampu menggapai penonton sebesar tiga juta orang hanya dalam waktu satu bulan (SUARA MERDEKA, 26 Maret 2008).
Continue reading ‘Simulacra Ayat-Ayat Cinta’
Posted in Just A Movietard's Thought
Tags: simulacra
•October 11, 2009 •
5 Comments

The Plot
Ini cerita tentang Gigi (Ginnifer Goodwin) yang berusaha mencari Mr.Right dengan cara yang freaky dikarenakan little Gigi pernah diberi nasihat aneh oleh ibunya. Perjalanan Gigi ini ditambah dengan love story orang-orang di sekitar Gigi serta perkenalannya dengan Alex (Justin Long).
The Comment
Film romantic comedy ini adalah hasil adaptasi dari buku self improvement berjudul sama yang sempat menjadi best seller New York Times tahun 2004. Lima tahun berselang, He’s Just Not That Into You (2009) muncul dalam medium 35 mm dengan dibintangi banyaknya aktor dan aktris terpopuler Hollywood saat ini, dari Jennifer Conelly hingga Scarlet Johansson, dari Ben Affleck hingga Bradley Cooper. Dengan ensemble cast yang sangat populer, bintang dari film ini justru she’s just not that famous, Ginnifer Goodwin.
Continue reading ‘He’s Just Not That Into You’
Posted in New Movies
Tags: Adaptation, couple, Romantic Comedy
•October 5, 2009 •
4 Comments

The Plot
Ini cerita mengenai kehidupan gadis-gadis keluarga March, si feminin Meg (Trini Alvarado), si tomboy Jo (Wynona Ryder), si pemalu Beth (Claire Danes) dan si keras kepala Amy (Kirsten Dunst) yang dipimpin oleh Marmee March (Susan Sarandon).
The Comment
Little Women (1994) adalah film adaptasi kesekian dari novel berjudul sama karangan Louisa May Alcott. Honestly, saya belum membaca novel tersebut, tetapi ketika saya duduk di bangku sekolah dasar, cerita Little Women yang hadir dalam seri buku anak-anak bergambar yang menjadi favorit saya. Kenapa? Karena film ini adalah a la carte paling sempurna dalam menggambarkan happiness and sadness dalam kehidupan suatu keluarga.
Continue reading ‘Little Women’
Posted in Old Movies
Tags: 19th Century, Adaptation, Oscar, Wynona Ryder
Recent Comments